Teheran, Sinata.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Di tengah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, pemerintah Iran menyoroti sikap Spanyol yang secara terbuka menolak membantu operasi militer Washington.
Pernyataan itu memicu reaksi dari Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai keputusan Madrid menunjukkan bahwa tidak semua negara Barat sejalan dengan langkah militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip pada Kamis (5/3/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa sikap Spanyol mencerminkan penolakan terhadap eskalasi konflik yang berpotensi memperluas perang di Timur Tengah. Ia menyebut langkah itu sebagai sinyal bahwa sebagian negara di Eropa masih memilih pendekatan diplomasi ketimbang konfrontasi militer.
Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez secara tegas menolak keterlibatan negaranya dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sánchez menegaskan sikap pemerintahnya dengan slogan yang keras: “No to war.”
Ia menyatakan Spanyol tidak akan menjadi bagian dari operasi militer yang dinilai berpotensi memperluas konflik regional. Sánchez juga menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan pangkalan militer di wilayah Spanyol digunakan untuk mendukung serangan tersebut.
Pernyataan itu sekaligus membantah klaim dari Washington yang sebelumnya menyebut Spanyol akan bekerja sama dalam operasi militer di Timur Tengah. Pemerintah Madrid menyatakan klaim tersebut tidak benar.
Sikap Spanyol ternyata memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump bahkan dilaporkan mengancam akan menghentikan hubungan dagang dengan Spanyol sebagai respons atas penolakan tersebut.
Trump juga mengkritik Madrid karena dianggap tidak mendukung operasi militer yang dilakukan bersama Israel terhadap Iran. Namun pemerintah Spanyol tetap bersikeras tidak akan berubah sikap.
Sánchez menilai konflik yang terus meluas hanya akan membawa dampak global yang berbahaya. Ia mengingatkan bahwa eskalasi perang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik.
Bagi Teheran, penolakan Spanyol dianggap menunjukkan adanya perbedaan sikap di antara negara-negara Barat terkait perang yang sedang berlangsung.
Pemerintah Iran sejak awal mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional. Teheran juga berulang kali memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas secara tegas.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.