Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Sri Meliyana Ingatkan Soal Transisi Data dan Janji UHC

dalam suasana pertemuan yang hangat di sebuah ruang pertemuan di pekanbaru, anggota komisi ix dpr ri sri meliyana kembali mengingatkan betapa rapuhnya sistem jika perubahan kebijakan tidak dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana

Sinata.id β€” Dalam suasana pertemuan yang hangat di sebuah ruang pertemuan di Pekanbaru, Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana kembali mengingatkan betapa rapuhnya sistem jika perubahan kebijakan tidak dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Di hadapan para pemangku kepentingan, ia menekankan, bahwa peralihan menuju Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan sekadar urusan teknis. Melainkan proses besar yang dampaknya terasa langsung oleh masyarakat.

Advertisement

Sri Meliyana mengisahkan bagaimana setiap pergantian sistem data kerap memicu kegaduhan publik. Dalam pengalaman turun langsung ke daerah, ia menemukan terlalu banyak contoh, di mana warga tiba-tiba kehilangan status kepesertaan BPJS Kesehatan.

Data yang hilang, status kepesertaan yang mendadak tidak aktif, hingga kartu yang tak dapat digunakan di saat genting, semuanya muncul karena proses transisi yang kurang rapi.

Baca Juga  Adde Rosi Dorong Regulasi AI yang Kuat untuk Lindungi Generasi Muda dan Pendidikan

β€œKadang muncul pemberitaan, begitu data beralih ke DTSEN, ada saja masalah data hilang, tidak sinkron, peserta jadi tidak aktif. Akhirnya BPJS tidak bisa dipakai ketika masyarakat benar-benar butuh,” tutur politisi Gerindra, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan, DTSEN akan menjadi fondasi utama data nasional. Karena itu, setiap langkah menuju sistem baru ini harus diperhitungkan secara matang, tidak terburu-buru, dan tidak mengorbankan kenyamanan publik. Menurutnya, syarat dan ketentuan transisi perlu disusun sejelas mungkin agar tidak menciptakan keresahan baru.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Meliyana juga menyinggung hasil capaian Universal Health Coverage (UHC) di berbagai kabupaten/kota. Meski capaian kepesertaan BPJS Kesehatan telah melampaui angka 98 persen di banyak daerah, namun masih banyak warga yang berstatus peserta tidak aktif.

Baca Juga  Ribuan Pendaftar Membludak, Polri Jamin Seleksi Akpol 2026 Transparan

Kondisi seperti itu membuat sejumlah warga tetap tidak bisa menerima layanan kesehatan, meski daerahnya sudah mendapatkan label UHC.

β€œUHC itu seharusnya menjamin akses layanan kesehatan. Tapi faktanya, masih banyak peserta tidak aktif. Label UHC ada, tetapi ketika butuh berobat, BPJS-nya tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan Panja JKN menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk memperkuat validitas data peserta. Baginya, UHC bukan sekadar angka di laporan, melainkan jaminan nyata, bahwa masyarakat bisa berobat tanpa terganjal kendala administrasi.

β€œHarapan kami, UHC itu betul-betul memastikan seluruh masyarakat sudah terlindungi. Bukan sekadar capai 98 persen lalu ternyata banyak yang tidak aktif, atau datanya hilang. UHC itu harus berarti akses pengobatan untuk semua,” tuturnya. (*)

Baca Juga  Kisah Selamatnya Dua Jenderal dalam Tragedi G30S/PKI

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini