Simalungun, Sinata.id – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Simalungun dilaporkan dalam kondisi menipis dan mengkhawatirkan. Bahkan, untuk golongan darah AB saat ini tercatat dalam kondisi kosong, sehingga berpotensi mengganggu pelayanan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Berdasarkan data terbaru PMI Simalungun pada Rabu (25/3/2026), persediaan darah untuk golongan A hanya tersisa 1 kantong. Sementara itu, golongan darah B dan O masing-masing tersedia sebanyak 2 kantong. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan darah di rumah sakit dapat meningkat sewaktu-waktu, baik untuk pasien kecelakaan, ibu melahirkan, maupun pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi rutin.
Kepala Markas PMI Simalungun, Ahmad Zamsari, mengungkapkan pihaknya berencana menggelar aksi donor darah guna menambah stok yang saat ini menipis. Namun, hingga kini jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut belum dapat dipastikan.
“Untuk saat ini belum ada infonya. Nanti kalau ada ku infokan ya,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu PMI biasanya meminta bantuan suplai darah dari daerah lain sebagai langkah antisipasi. Namun, upaya tersebut saat ini juga menghadapi kendala, karena sejumlah daerah lain mengalami kondisi serupa.
“Ada, tapi sama, daerah lain stoknya juga menipis. Jadi tidak ada yang berani memberi,” katanya.
Lebih lanjut, kondisi kekurangan stok darah ini diperkirakan dipengaruhi oleh menurunnya jumlah pendonor dalam beberapa waktu terakhir, termasuk selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana aktivitas donor darah cenderung menurun.
PMI Simalungun pun mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk secara sukarela mendonorkan darahnya. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga ketersediaan stok darah, terutama untuk membantu pasien yang membutuhkan secara mendesak.
Selain itu, PMI juga terus berupaya menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan, untuk mendorong kegiatan donor darah secara rutin di wilayah Kabupaten Simalungun.
Dengan kondisi stok yang semakin menipis, diharapkan kesadaran masyarakat untuk berdonor darah dapat meningkat, sehingga kebutuhan darah di wilayah tersebut tetap dapat terpenuhi dan pelayanan kesehatan tidak terganggu. (SN14)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.