MENU
Stroke Kedua Bisa Lebih Mematikan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahanny...
WA FB
News

Stroke Kedua Bisa Lebih Mematikan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

T Editor : Tumpal Pandapotan | 28 Feb 2026 | 19:03 WIB
Stroke Kedua Bisa Lebih Mematikan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
ilustrasi

Jakarta, Sinata.id - Penyintas stroke menghadapi risiko tinggi mengalami serangan stroke kedua, kondisi yang bisa lebih berbahaya dibandingkan serangan pertama. Stroke kedua terjadi ketika suplai darah atau oksigen ke otak terganggu kembali, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah, sehingga kerusakan otak bisa lebih luas dan parah.

Menurut John Hopkins Medicine, pasien yang pernah mengalami stroke berpotensi lebih besar terkena stroke berulang. Bagian otak yang sebelumnya terserang tidak pulih sepenuhnya, sehingga serangan kedua dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kematian. Contohnya, aktor senior Indonesia, Robby Tumewu, meninggal pada 2020 akibat serangan stroke keduanya yang menyebabkan perdarahan di kedua sisi otak.

Faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama stroke kedua. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan yang diresepkan dokter meningkatkan risiko serangan berulang. Tidak menjalankan perubahan gaya hidup yang disarankan, seperti diet sehat dan olahraga, juga memperbesar kemungkinan terjadinya stroke kedua.

Baca: http://Wanita AS Terkena Stroke Karena Keseringan Kretek Leher

Gejala serangan stroke kedua serupa dengan stroke pertama dan dapat dikenali melalui akronim “SEGERA KE RS” yang dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

- Senyum mencong atau miring, sisi wajah tidak simetris.

- Gerak tubuh terganggu, sulit menggenggam benda, sulit berjalan, atau tiba-tiba jatuh.

- Bicara pelo atau sulit dipahami.

- Kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki.

- Penglihatan kabur atau rabun mendadak.

- Sakit kepala atau pusing parah yang muncul tiba-tiba.

Pencegahan stroke kedua dapat dilakukan melalui kombinasi perubahan gaya hidup dan perawatan medis yang tepat. Beberapa langkah yang disarankan:

Berhenti merokok dan menghindari alkohol – Kedua kebiasaan ini menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke berulang.

Kontrol tekanan darah dan kolesterol – Hipertensi dan kolesterol tinggi menjadi faktor risiko utama stroke.

Konsumsi obat sesuai resep dokter – Tidak meminum obat secara rutin dapat meningkatkan risiko stroke berulang hingga empat kali lipat.

Kelola penyakit penyerta – Diabetes dan gangguan irama jantung (fibrilasi atrial) dapat meningkatkan risiko stroke kedua hingga lima kali lipat.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.