MENU
Studi Ungkap Peran Dokter dalam Eksplorasi Antariksa dan Misi Astronot
WA FB
Sains & Teknologi

Studi Ungkap Peran Dokter dalam Eksplorasi Antariksa dan Misi Astronot

J Editor : Jansen Siahaan | 23 Mar 2026 | 19:44 WIB
Studi Ungkap Peran Dokter dalam Eksplorasi Antariksa dan Misi Astronot
The International Space Station (ISS). (reuters)

Pematangsiantar, Sinata.id — Sebuah studi terbaru di bidang kedokteran antariksa menyoroti kontribusi signifikan para dokter dalam mendukung eksplorasi luar angkasa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keahlian medis memiliki peran penting dalam misi antariksa, baik untuk kesehatan astronot maupun pengembangan teknologi yang berdampak di Bumi.

Studi tersebut dipimpin oleh Farhan M. Asrar, seorang dokter asal Kanada yang dikenal luas dalam bidang kedokteran antariksa. Ia telah bekerja sama dengan berbagai ahli dan astronot dari sejumlah badan antariksa dunia.

Penelitian berjudul “Dari Sisi Tempat Tidur ke Orbit: Dampak Abadi Dokter-Astronot selama Enam Dekade Eksplorasi Ruang Angkasa” yang dipublikasikan dalam Journal of the Royal Society of Medicine ini mengkaji peran dokter dalam perkembangan eksplorasi luar angkasa selama lebih dari enam dekade.

Peran Strategis Dokter dalam Misi Antariksa

Menurut Asrar, penelitian ini menandai dua tonggak penting, yakni lebih dari 60 tahun sejak dokter pertama menjadi astronot serta sejak NASA mulai merekrut tenaga medis sebagai bagian dari kru antariksa.

Sejak saat itu, puluhan dokter dari berbagai negara telah terlibat sebagai astronot. Studi ini juga menghadirkan basis data komprehensif pertama yang mendokumentasikan seluruh dokter-astronot di dunia, baik yang masih aktif maupun yang telah menyelesaikan misi.

Asrar menjelaskan bahwa dokter memiliki keunggulan alami yang selaras dengan kebutuhan misi luar angkasa. Kemampuan berpikir ilmiah, mengambil keputusan dalam tekanan tinggi, serta mengelola ketidakpastian menjadi faktor penting dalam keberhasilan astronot.

“Dokter terbiasa bekerja dalam kondisi kompleks dan berisiko tinggi, sehingga keterampilan tersebut sangat relevan dengan tuntutan misi antariksa,” ujarnya.

Integrasi Ilmu Medis dan Teknologi Antariksa

Selain mendukung misi luar angkasa, penelitian ini juga menyoroti bagaimana teknologi antariksa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kesehatan, kesehatan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan di Bumi.

Asrar menegaskan bahwa pengembangan misi jarak jauh menjadi motivasi utama dalam penelitian ini, terutama untuk memahami bagaimana tenaga medis dapat berkontribusi dalam perjalanan antariksa jangka panjang.

Prestasi Dokter-Astronot

Studi ini juga mengungkap sejumlah pencapaian luar biasa yang diraih oleh dokter-astronot. Beberapa di antaranya meliputi rekor penerbangan luar angkasa terlama serta aktivitas berjalan di luar angkasa (extravehicular activity/EVA) terbanyak dalam satu misi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.