Selain itu, satu-satunya astronot yang pernah terbang dengan seluruh armada pesawat ulang-alik milik NASA juga berasal dari kalangan dokter.
Penelitian ini turut menyoroti peran inklusif dalam dunia antariksa, termasuk pemilihan parastronaut pertama oleh European Space Agency, yaitu John McFall dari Inggris yang juga berprofesi sebagai dokter.
Kontribusi Perempuan dan Kolaborasi Global
Asrar juga menekankan peran penting perempuan dalam eksplorasi antariksa. Banyak astronot perempuan pertama dari berbagai negara dan kawasan dunia diketahui berasal dari latar belakang medis.
Penelitian ini melibatkan kolaborasi internasional dengan penulis dari berbagai badan antariksa, termasuk European Space Agency, Canadian Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency, serta badan antariksa lainnya.
Menurut Asrar, kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam pengembangan eksplorasi luar angkasa, sebagaimana terlihat dalam proyek seperti International Space Station.
“Eksplorasi luar angkasa menunjukkan bahwa kolaborasi global dapat menyatukan berbagai negara dalam satu tujuan bersama,” katanya.
Peluang bagi Dunia Medis
Melalui penelitian ini, Asrar mendorong para profesional medis untuk mempertimbangkan peluang di sektor antariksa. Meski kesempatan menjadi astronot masih terbatas, bidang kedokteran antariksa menawarkan banyak peluang riset dan pengembangan.
Ia juga mengimbau lembaga antariksa di berbagai negara untuk membuka peluang lebih luas bagi tenaga medis dalam program seleksi astronot di masa depan.
Dengan meningkatnya rencana misi jarak jauh, peran dokter diprediksi akan semakin krusial dalam memastikan keselamatan dan kesehatan manusia di luar Bumi. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.