MENU
Sudrajat, Penjual Es Gabus Viral Dinilai Cari Kesempatan dalam Kesempi...
WA FB
News

Sudrajat, Penjual Es Gabus Viral Dinilai Cari Kesempatan dalam Kesempitan

R Editor : Redaksi Sinata | 01 Feb 2026 | 18:29 WIB
Sudrajat, Penjual Es Gabus Viral Dinilai Cari Kesempatan dalam Kesempitan
Deddy Corbuzier bongkar dugaan manipulasi kisah viral Sudrajat penjual es gabus di Bogor setelah klarifikasi dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Kisah pilu penjual es gabus di Bogor yang sempat mengaduk emosi warganet kini memasuki babak baru. Figur publik Deddy Corbuzier menyatakan kekecewaannya setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam cerita yang disampaikan Sudrajat, pria lanjut usia yang sebelumnya viral karena dituding menjual es berbahan spons.

Menurut Deddy, informasi yang sempat membanjiri media sosial ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Fakta itu terungkap setelah ia berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—melalui pesan pribadi.

Dalam sebuah unggahan, Deddy mengungkap bahwa KDM mengirimkan rekaman video sekaligus hasil penelusuran langsung terhadap kondisi Sudrajat.

“Pak KDM menghubungi saya lewat pesan, mengirimkan videonya, lalu menjelaskan apa yang ia temukan,” ujar Deddy, dikutip Minggu (1/2/2026).

Bantuan, Motor, hingga Biaya Sekolah Dipertanyakan

Dari penjelasan yang diterima, Deddy menyebut terdapat sejumlah klaim yang dinilai tidak akurat. Mulai dari cerita soal tidak adanya bantuan, persoalan motor, hingga beban biaya sekolah yang disebut mencapai jutaan rupiah.

“Dari penjelasan beliau, banyak hal yang ternyata tidak sesuai. Bantuan disebut tidak ada, soal motor, hingga cerita biaya sekolah. Semuanya jadi berantakan,” kata Deddy.

Temuan ini, lanjutnya, memunculkan dugaan bahwa narasi yang beredar sebelumnya tidak sepenuhnya mencerminkan realitas.

Simpati Publik Dipakai Sebagai Modal?

Deddy menilai kasus ini menjadi peringatan keras bahwa empati publik dapat disalahgunakan. Ia mengaku kecewa karena kisah yang awalnya mengundang kepedulian justru berujung pada kecurigaan adanya upaya memanfaatkan situasi.

“Kadang ada yang menjadikan musibah sebagai jalan mencari keuntungan. Ini benar-benar seperti memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, jika pola serupa terus terjadi, kepercayaan masyarakat bisa terkikis.

“Kalau sering begini, lama-lama orang jadi tidak percaya lagi. Padahal warganet itu sebenarnya sangat peduli,” pungkas Deddy. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.