Kelompok tersebut disarankan lebih waspada dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Cara Menghadapi Super Flu
Meski bergejala lebih berat, super flu tidak mematikan seperti COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan dan perawatan yang tepat.
Istirahat Cukup Istirahat total saat demam atau gejala muncul membantu tubuh melawan virus.
Cukupi Asupan Cairan Minum air putih, jus buah, atau cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi.
Jaga kebersihan diri dan lingkungan Rutin mencuci tangan dengan sabun Menutup mulut saat batuk atau bersin Menggunakan masker di kerumunan
Segera ke Fasilitas Kesehatan jika mengalami sesak napas, demam tinggi tidak kunjung turun, nyeri dada, dan kelelahan ekstrem.
Vaksin flu tidak sepenuhnya mencegah infeksi, namun efektif menurunkan risiko gejala berat dan rawat inap.
Kasus Super Flu di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga saat ini terdapat 62 kasus infeksi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kelompok usia 1–10 tahun menjadi yang paling banyak terinfeksi, dengan proporsi sekitar 35 persen dari total kasus. Sementara itu, pasien perempuan mencapai sekitar 64 persen dari keseluruhan temuan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Nastiti Kaswandani, SpA, Subsp. Respi(K), menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama.
“Pencegahan terbaik adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dari orang sakit, serta melakukan imunisasi influenza, terutama pada balita,” ujar dr. Nastiti, dikutip Minggu (4/1/2026).
Ia juga merekomendasikan vaksinasi influenza rutin untuk anak-anak. Berdasarkan data medis, vaksin influenza mampu menurunkan angka rawat inap dan kematian hingga 70–75 persen pada anak-anak serta 30–40 persen pada orang dewasa.
“Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia enam bulan. Dosis pertama diberikan dua kali dengan interval empat minggu, kemudian dilanjutkan satu dosis setiap tahun,” tutupnya. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.