MENU
Survei Natal Inggris 2025: Makanan Kini Jadi Pusat Perayaan
WA FB
Dunia

Survei Natal Inggris 2025: Makanan Kini Jadi Pusat Perayaan

J Editor : Jansen Siahaan | 25 Feb 2026 | 13:06 WIB
Survei Natal Inggris 2025: Makanan Kini Jadi Pusat Perayaan
Ilustrasi perayaan Natal. (dreamstime)

London, Sinata.id – Survei Natal Britania Raya 2025 mengungkap perubahan penting dalam cara masyarakat Inggris memaknai perayaan Natal.

Jika sebelumnya hadiah menjadi sorotan utama, kini makanan justru menjadi pusat pengalaman emosional masyarakat. Temuan ini dinilai memiliki implikasi besar bagi merek makanan dan minuman dalam menyusun strategi menuju Natal 2026.

Penelitian nasional yang dikurasi oleh Richmond & Towers bersama Possibility? tersebut menunjukkan bahwa di tengah pola belanja dan perayaan yang semakin terfragmentasi, makan malam Natal bersama keluarga tetap menjadi sumber kebahagiaan dan kenangan paling konsisten.

Laporan setebal 126 halaman ini memadukan data kuantitatif dan kisah responden, sehingga memberikan gambaran mendalam bagi pemasar yang ingin mengoptimalkan strategi pada musim perayaan mendatang.

Makanan Jadi Pusat Emosional Natal

Hasil survei terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris menunjukkan bahwa momen kebersamaan dan makanan lebih berkesan dibanding hadiah.

Ketika ditanya bagian terbaik dari Hari Natal:

46% responden menyebut kebersamaan keluarga

29% memilih makan malam Natal Hanya 8% yang menyebut hadiah

Temuan ini menempatkan momen makan bersama sebagai puncak emosional perayaan.

Direktur Pelaksana Richmond & Towers, Matt de Leon, menyebut makanan menjadi titik ketika perayaan terasa nyata.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa semuanya mengarah pada momen ketika orang duduk bersama. Merek yang membantu momen itu berjalan lancar tidak hanya menjual produk, tetapi juga membentuk bagaimana Natal dikenang,” ujarnya, seperti dilansir Rabu (25/2/2026).

Tekanan Finansial Masih Tinggi

Meski Natal identik dengan kegembiraan, survei juga menemukan adanya tekanan, terutama terkait biaya.

42% responden merasa Natal menimbulkan stres finansial

33% merasa tertekan untuk membelanjakan lebih dari kemampuan

Tekanan paling besar dirasakan oleh tuan rumah yang harus memasak dan mengatur jamuan keluarga.

Direktur Possibility?, Nick Rabin, menilai peluang bagi merek bukan mendorong konsumsi lebih besar, melainkan membantu konsumen merasa lebih terkendali.

Tradisi Bertahan, Fleksibilitas Meningkat

Menu klasik seperti kalkun panggang dan puding Natal masih dominan, terutama di kalangan konsumen lebih tua. Namun generasi di bawah 35 tahun menunjukkan keterbukaan terhadap protein alternatif, menu lintas budaya, perayaan yang lebih ringan, dan minuman non-alkohol

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.