“Saya mengatakan kepadanya bahwa Paus Fransiskus mencintainya,” ujar Cruz, “dan ia menjawab: ‘Saya mencintainya juga.’”
Jejak pengabdian sejak 2014
Misi kemanusiaan Suster Lucia dimulai jauh sebelum invasi besar-besaran 2022.
Sejak aneksasi Krimea pada 2014, ia telah membantu keluarga-keluarga Ukraina yang melarikan diri ke Spanyol.
Ketika perang 2022 meletus, ia mengemudi langsung ke Ukraina bersama tim kecilnya dan membawa pulang enam pengungsi, ibu dan anak-anak.
Dari perjalanan pertama itu lahirlah 40 koridor kemanusiaan dan lebih dari 4.000 orang berhasil dievakuasi.
Yayasan Biara Santa Clara yang ia pimpin juga mengirim ambulans, truk bantuan, hingga mendirikan rumah sakit lapangan dekat garis depan.
Setiap sekitar enam minggu, mereka kembali membawa warga yang terluka ke Spanyol untuk dirawat, lalu memulangkannya ketika pulih.
Pada Juni lalu, Suster Lucia menerima panggilan dari Paus Leo XIV dan bertemu langsung dengannya pada Agustus.
Sang Paus, kata Suster Lucia, mengikuti dengan seksama perkembangan perang dan memberikan rosario khusus untuk ia bawa ke para prajurit dan warga yang terluka.
“Saya yakin Paus Leo melanjutkan garis yang sama dengan Paus Fransiskus: menolak invasi ini dan memperjuangkan perdamaian,” ujarnya. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.