Kapal tersebut melintasi Selat Gibraltar dan dijadwalkan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, beserta kapal-kapal pengiring yang telah lebih dahulu berada di kawasan Timur Tengah.
Peningkatan kehadiran militer AS ini semakin memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.