Kecuali dosa yang berhubungan dengan hak orang lain. Maka ada tambahan syarat taubat diterima, yakni mengembalikan hak orang tersebut. Nangis boleh, hutang tetap dibayar. Minta maaf jadi keharusan. Bila tidak, urusan akan lanjut sampai persidangan akhirat.
Mungkin dua titik pada huruf "ta" telah mewakili dua sisi jiwa manusia. Ada kebaikan dan keburukan. Mengingatkan kita agar tidak merasa selalu benar dan suci.
Justru, harus berani mengakui kesalahan. Melihat ke dalam untuk muhasabah diri. Sebab sudah menjadi kodrat manusia bisa salah. Dan bagian dari rahmat Allah SWT selalu membuka pintu taubatnya.
Mari kita kembali ke huruf "ta," taubat. Nastaghfirullah min jami'idzzunubi wa natubu ilaih. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.