Teheran, Sinata.id - Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang mencoba melintas.
Ancaman disampaikan menyusul pecahnya konfrontasi terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabari, pada Minggu (1/3) menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis itu telah ditutup.
Ia menyampaikan pasukan IRGC bersama angkatan laut reguler Iran akan menyerang dan membakar kapal yang berupaya melintasi perairan tersebut.
Menurut Jabari, kebijakan itu juga mencakup penghentian total ekspor minyak dari kawasan. Ia menyebut Iran akan menargetkan jalur pipa minyak dan memastikan tidak ada pasokan energi yang keluar dari wilayah tersebut.
Langkah tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk menghambat akses energi bagi Amerika Serikat yang dinilai bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut muncul dua hari setelah serangan udara dilaporkan menghantam Teheran pada 28 Februari. Iran menuding serangan itu dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Baca:329 WNI di Iran Dipastikan Aman, KBRI Teheran Siaga Penuh
Pemerintah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz dilakukan dengan alasan keamanan karena meningkatnya intensitas serangan di wilayahnya.
Di tengah situasi tersebut, badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan sedikitnya tiga kapal di sekitar Selat Hormuz pada Minggu menjadi sasaran serangan menggunakan proyektil yang belum teridentifikasi. Tidak ada rincian resmi mengenai korban atau tingkat kerusakan kapal yang terdampak.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global.
Gangguan terhadap arteri energi tersebut berpotensi mengerek harga minyak mentah internasional serta memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.