Jakarta, Sinata.id — CEO Mark Zuckerberg kembali menjadi sorotan global setelah kabar terbaru menyebutkan bahwa ia akan meninggalkan California, Amerika Serikat, dan menetap di negara bagian lain yang lebih ramah pajak. Keputusan ini dikaitkan dengan polemik pajak baru yang berpotensi dikenakan pada warga super kaya, termasuk dirinya, yang memicu gelombang relokasi miliarder teknologi dari kawasan Silicon Valley.
Pekan ini, Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, dilaporkan membeli sebuah properti mewah di Indian Creek, Florida Selatan, yang dikenal sebagai kompleks eksklusif para miliarder. Rumah baru ini dipilih sebagai basis tinggal yang ditargetkan selesai sebelum musim semi 2026, menandai langkah permanen keluar dari tanah yang telah menjadi rumahnya selama puluhan tahun.
Pajak Kekayaan Jadi Pemicu Relokasi
Akar perubahan ini muncul setelah munculnya proposal pajak kekayaan 5% yang ditujukan kepada penduduk California dengan total aset sangat besar, jumlahnya ratusan miliarder di seluruh negara bagian itu. Rencana ini berpotensi mengambil sebagian besar kekayaan para super kaya, termasuk bos Meta, jika disetujui pemilih dalam pemungutan suara mendatang.
Walau proposal belum resmi diberlakukan, ancaman pajak ini cukup bagi banyak pengusaha dan investor papan atas untuk mempertimbangkan ulang domisili mereka. Gedung-gedung korporasi besar dan rumah-rumah elit Silicon Valley kini terlihat makin sepi dari wajah-wajah yang selama ini mendominasi scene teknologi.
Salah satu pakar real estate elit di kawasan tersebut menggambarkan keputusan Zuckerberg sebagai langkah strategis di tengah ketidakpastian fiskal.
“Ketika Anda menghadapi potensi potongan 5% dari total kekayaan bersih, pindah ke Florida bukan hanya soal kenyamanan, ini adalah keputusan bisnis yang serius,” kata Troy Ippolito, CEO sebuah firma properti mewah yang berbasis di Miami.
Florida sendiri menjadi magnet baru bagi para miliarder AS, karena tidak menerapkan pajak penghasilan negara bagian, berbeda dengan California yang dikenal memiliki tarif pajak relatif tinggi. Selain itu, kawasan yang dijuluki “Bunker Miliarder” di Indian Creek kini dihuni sejumlah nama besar dunia, menciptakan komunitas eksklusif yang menawarkan privasi maksimal sekaligus insentif fiskal.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.