Dibangun oleh Perusahaan Teknologi Elite
Proyek besar ini menggandeng sejumlah perusahaan teknologi papan atas sebagai pelaksana utama. SpaceX milik Elon Musk disebut sebagai pelopor utama dalam pembangunan sistem ini, bersama dengan Palantir Technologies dan perusahaan drone Anduril. Selain itu, sejumlah nama besar seperti Lockheed Martin, L3Harris Technologies, dan RTX Corp juga disebut sebagai kontraktor potensial yang akan menggarap berbagai komponen penting proyek.
Dikecam oleh China dan Dikritisi Rusia
Tak lama setelah pengumuman proyek, respons dari negara-negara rival utama AS pun bermunculan. China mengecam Golden Dome sebagai ancaman serius terhadap stabilitas global. Dalam pernyataannya, Beijing menyebut proyek ini akan memicu perlombaan senjata baru dan menciptakan ketidakseimbangan strategis internasional.
“AS mengedepankan keamanan absolut bagi dirinya sendiri, namun mengabaikan prinsip keamanan kolektif antarnegara. Ini jelas merusak keseimbangan strategis dunia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Sementara itu, Kremlin menyebut proyek tersebut sebagai urusan kedaulatan AS, namun menegaskan akan terus memantau perkembangan sistem tersebut dengan cermat.
Dengan ambisi tinggi dan teknologi revolusioner, Golden Dome digadang-gadang akan menjadi sistem pertahanan udara paling komprehensif yang pernah dibangun. Jika berhasil diselesaikan, sistem ini diklaim mampu menghalau serangan rudal dari berbagai penjuru dunia dan mengubah lanskap pertahanan global secara drastis. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.