Namun, hubungan itu disebut sudah renggang belakangan ini.
Dari analisis penyidik, pertengkaran dan rasa cemburu menjadi pemicu utama tragedi berdarah yang mengakhiri nyawa sang dosen berprestasi.
EY, yang dikenal sebagai Ketua Prodi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muara Bungo, ditemukan tewas hanya mengenakan pakaian dalam, tertutup bantal dan sarung di kamarnya.
Polisi menduga kuat korban sempat mengalami kekerasan fisik sebelum meregang nyawa.
Temuan sperma di celana korban juga memperkuat dugaan adanya unsur pemerkosaan dalam kasus ini.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan mobil Honda Jazz putih, sepeda motor PCX, serta perhiasan emas milik korban.
Dari hasil interogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya setelah dihadapkan pada bukti digital, jejak komunikasi, dan rekaman CCTV.
“Dengan bukti yang ada, pelaku tak bisa mengelak lagi. Ia mengakui telah menghabisi nyawa korban karena motif pribadi,” kata Kapolres Bungo.
Meski pelaku adalah anggota Polri, Kapolres Bungo menegaskan tidak ada perlakuan istimewa.
“Kami akan menegakkan hukum secara objektif dan terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi, meskipun pelaku adalah anggota sendiri,” tegasnya. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.