Tegal, Sinata.id — Malam kini bukan lagi waktu beristirahat bagi warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Sejak tanah di wilayah mereka mulai bergerak pada Senin malam (2/2/2026), ketenangan berubah menjadi kecemasan. Retakan tanah terus melebar, rumah-rumah bergeser, dan suara runtuhan membuat warga memilih mengungsi demi keselamatan.
Pergerakan tanah ini menyebabkan ratusan bangunan rusak, dari retak ringan hingga nyaris roboh. Bahkan, sebuah bangunan SMA milik Pondok Pesantren Al-Adalah ambruk pada Selasa malam (3/2/2026), setelah tanah di bawahnya tak lagi stabil.
Awalnya, sebagian warga masih bertahan di rumah. Namun, kondisi terus memburuk. Getaran, retakan, dan lantai yang miring memaksa mereka meninggalkan tempat tinggal.
Salah satu warga menceritakan bagaimana rasa takut menghantui setiap malam.
“Rumah rasanya seperti jungkir balik. Kalau malam itu was-was,” ujarnya dalam video yang beredar di media sosial, dikutip dari akun Instagram @w.mustiko, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, retakan di tanah semakin melebar dan hujan bisa menjadi ancaman berikutnya.
“Kalau hujan sekali lagi, ini bisa makin parah. Retaknya sudah besar,” katanya.
Warga lain mengungkapkan momen paling menegangkan saat tembok rumahnya runtuh seketika.
“Sekitar jam sembilan malam saya keluar, tembok sudah hancur. Tanah di bawah merembes, diinjak saja sudah tidak kuat,” tuturnya.
Kini, ia bersama anaknya tinggal di posko pengungsian yang disediakan pemerintah.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal mencatat 464 rumah terdampak, dengan 250 unit rusak berat. Total 2.426 jiwa terpaksa mengungsi dan menempati empat posko utama.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan pemerintah tidak akan membiarkan warga kembali ke zona rawan.
“Mereka akan direlokasi ke hunian yang lebih aman. Rumah sudah disiapkan dan bisa langsung ditempati tanpa biaya,” tegasnya.
Selain tempat tinggal, pemerintah juga menjamin kebutuhan kelompok rentan—lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas—dipenuhi secara layak. Layanan medis dan obat-obatan pun disiagakan 24 jam di lokasi pengungsian. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.