MENU
Tanah Terus Bergerak, Desa di Tegal Terancam Tenggelam Pelan-Pelan
WA FB
News

Tanah Terus Bergerak, Desa di Tegal Terancam Tenggelam Pelan-Pelan

R Editor : Redaksi Sinata | 09 Feb 2026 | 20:28 WIB
Tanah Terus Bergerak, Desa di Tegal Terancam Tenggelam Pelan-Pelan
Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, memaksa 2.453 warga mengungsi. Pergerakan tanah jenis creeping dipicu hujan deras dan kondisi lempung yang labil, mengancam permukiman warga. (Ist)

Tegal, Sinata.id — Bukan longsor besar, bukan pula gempa. Namun, tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kini bergerak perlahan—dan justru itu yang membuatnya lebih berbahaya.

Sejak Senin (2/2/2026), permukaan tanah di desa tersebut terus bergeser. Retakan demi retakan muncul, rumah-rumah miring, dan jalan desa perlahan terbelah. Warga tak punya pilihan selain meninggalkan tempat tinggal mereka.

Sebanyak 2.453 jiwa kini hidup di pengungsian, menyelamatkan diri dari ancaman yang tak terlihat, tetapi terus berjalan setiap hari.

Fenomena ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Air meresap ke lapisan tanah dan menjadi “pemicu” utama pergerakan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa hasil kajian awal menunjukkan peristiwa ini tergolong sebagai creeping atau rayapan tanah.

“Secara geologi, tanah di wilayah ini didominasi material lempung atau clay. Ketika jenuh air, lapisan ini sangat mudah bergerak,” kata Agus.

Ia menjelaskan, berbeda dengan longsor yang terjadi secara tiba-tiba, creeping berlangsung sangat lambat, namun kontinu. Tanah bergeser sedikit demi sedikit, tetapi tidak pernah berhenti.

“Pergerakan ini terjadi terus-menerus, terutama di area yang memiliki kemiringan lereng dan wilayah yang cukup luas,” ujarnya.

Inilah yang membuat ancamannya kian serius. Karena bergerak pelan, warga kerap terlambat menyadari bahayanya. Saat bangunan mulai retak dan lantai rumah tidak lagi rata, tanah sebenarnya sudah lama “berjalan”.

Kini, pemerintah daerah bersama tim teknis tengah memantau pergerakan tanah secara intensif, sambil menyiapkan langkah mitigasi lanjutan. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.