Penumpukan lemak visceral ini berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, meskipun kenaikan berat badan tidak selalu terlihat signifikan.
Dampak lainnya terlihat pada fungsi kognitif. Ketidakstabilan gula darah dan peradangan sistemik dapat mengganggu pasokan energi ke otak, memicu kondisi yang dikenal sebagai brain fog.
Gejala ini ditandai dengan penurunan konsentrasi, daya ingat, dan kejernihan berpikir.
Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dapat menurunkan efektivitas sistem imun. Sel-sel pertahanan tubuh menjadi kurang optimal melawan infeksi dan proses penyembuhan luka berlangsung lebih lambat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat tubuh lebih rentan sakit dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Rangkaian tanda tersebut menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga memengaruhi berbagai sistem tubuh secara menyeluruh. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.