Grobogan, Sinata.id — Bencana banjir besar kembali melanda wilayah Kabupaten Grobogan dini hari tadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Air sungai yang meluap serta tanggul yang patah menyebabkan 34 desa di sembilan kecamatan terendam, dengan lebih dari 5.214 keluarga terdampak, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah arus air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang tidak tertahan, hingga mengakibatkan luapan yang meluas ke permukiman warga di berbagai desa. Banyak titik tanggul juga dilaporkan jebol, memperparah kondisi genangan di area pemukiman dan lahan pertanian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan dampak awal dari banjir yang terjadi di Grobogan:
“Total sebanyak 5.214 kepala keluarga terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat. Beberapa tanggul di sungai utama mengalami kerusakan, sehingga genangan air masuk ke permukiman,” ujar Abdul Muhari, Senin (16/2/2026).
Skala Dampak Banjir di Desa-desa Grobogan
Dampak banjir tersebar di berbagai kecamatan yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai. Beberapa desa terdampak antara lain:
Desa Klitikan dengan ratusan kepala keluarga yang rumahnya tergenang. Desa Wates dan Desa Deras, yang mencatat ribuan KK terdampak. Desa Kebonagung mengalami genangan hingga puluhan hektare sawah terendam air.
Data sementara menunjukkan ketinggian air mencapai 20–100 sentimeter, terutama di kawasan permukiman dan areal persawahan. Kondisi ini membuat mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok menjadi terhambat, sementara sejumlah fasilitas umum ikut terendam.
Selain banjir, kerusakan tanggul menjadi fokus utama penanganan darurat. Tanggul sungai di beberapa titik dilaporkan rusak, sehingga bukan hanya air yang tergenang, tetapi juga arus air terus masuk ke pemukiman. BNPB bersama BPBD setempat bersama aparat lain tengah memperkuat tanggul yang masih rapuh.
BNPB dan pemerintah daerah kini mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di kecamatan terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama karena prakiraan hujan masih tinggi dalam dua hari ke depan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik masih terus dilakukan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.