MENU
Tangis Bayi Pecah Setelah 17 Tahun di Desa Korea Selatan, Jadi Simbol...
WA FB
Dunia

Tangis Bayi Pecah Setelah 17 Tahun di Desa Korea Selatan, Jadi Simbol Harapan

J Editor : Jansen Siahaan | 29 Mar 2026 | 08:00 WIB
Tangis Bayi Pecah Setelah 17 Tahun di Desa Korea Selatan, Jadi Simbol Harapan
Ilustrasi bayi lahir. (alodokter)

Pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan angka kelahiran, mulai dari bantuan finansial, fasilitas penitipan anak gratis, hingga kemudahan akses perumahan bagi pasangan muda.

Kelahiran Yong-jun di Eunha menjadi simbol kecil dari harapan besar. Di tengah ancaman krisis populasi, satu tangisan bayi mampu menghidupkan kembali semangat sebuah komunitas yang nyaris kehilangan generasi penerus. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.