Semakin lama, kecurigaan itu membesar. Apalagi ketika Wadison memohon untuk tidur satu malam lagi bersama anak-anaknya. Bagi Toni, itu seperti salam perpisahan seorang ayah yang tahu akhir hidupnya akan berubah drastis. Terkuak di Hadapan Keluarga: ‘Saya yang Bunuh Petry’ Malam itu, Selasa, 3 Juni 2025, keluarga besar berkumpul dan menginterogasi Wadison. Tidak ada lagi jalan keluar. Di hadapan orang-orang yang selama ini ia tipu, Wadison akhirnya mengaku: ia telah membunuh Petry.
Motifnya? Dugaan perselingkuhan. Sebuah pertengkaran di dini hari memicu emosi membara. Wadison, dalam amarah yang tak terkendali, melilit leher Petry dengan tali hingga perempuan itu kehilangan napas terakhirnya.
Tak cukup sampai di situ, Wadison kemudian mencoba menyusun kisah palsu tentang perampokan. Bahkan ia sempat mencoba bunuh diri dengan menutup kepala sendiri menggunakan plastik dan karung, namun gagal.
Tanpa menunggu lama, keluarga menyerahkan Wadison ke pihak kepolisian. Tangis dan kemarahan tak lagi bisa dibendung. Mereka merasa dikhianati oleh darah daging sendiri. Motif Masih Didalami Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, membenarkan penangkapan Wadison Pasaribu. “Benar, pelaku sudah kami amankan tadi malam,” kata Yudha, Rabu, 4 Juni 2025, via Kompas.
Meski pengakuan telah diberikan, polisi masih mendalami motif penuh di balik pembunuhan ini. Apakah murni karena pertengkaran? Atau ada jejak perselingkuhan yang membuat Wadison memilih jalan iblis?
Sementara itu, dua anak Wadison dan Petry kini harus hidup dengan beban tragis: ayah yang seharusnya melindungi, justru merenggut nyawa ibu mereka sendiri. Keluarga: “Kami Kena Prank, Semua Tertipu” Saat pemakaman, tidak ada satu pun dari keluarga yang curiga. Pelukan mempercaya tangisnya. Ternyata... keluarga sedang menonton sandiwara paling gelap dalam hidup mereka.
Toni, sang kakak, menutup pernyataannya dengan nada getir. “Kami semua tertipu. Prank semua," ujarnya.
Kisah Wadison Pasaribu kini menjadi pembicaraan hangat. Netizen geram, publik berduka, dan keluarga besar masih terkejut. Video tangis palsunya kini viral — menjadi simbol kebohongan yang berlumur darah. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.