Tokyo, Sinata.id — Ketegangan di arena perdagangan global kembali memuncak setelah ketua penelitian pajak Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang, Itsunori Onodera, secara terbuka menyebut kondisi tarif Amerika Serikat saat ini sebagai terlalu kacau dan tidak teratur. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara televisi langsung pada Minggu malam waktu setempat, dan langsung mengguncang pasar serta menambah ketidakpastian di kalangan eksportir dan pengamat ekonomi Asia.
Komentar tajam Onodera disampaikan di tengah gelombang perubahan tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan sejumlah kebijakan tarif sebelumnya tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Menurut Onodera, kondisi ini menyulitkan mitra dagang, termasuk Jepang, yang bergantung pada stabilitas aturan dalam menjalankan strategi ekspor dan investasi.
“Terus terang saja, ini benar-benar kacau,” ujar Onodera saat tampil di program primetime stasiun Fuji TV, dikutip Minggu (22/2/2026).
Kekhawatiran dan Ancaman Dampak Ekonomi Jepang
Di mata Onodera, lonjakan tarif yang tidak konsisten menciptakan ketidakpastian besar bagi eksportir Jepang yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi negara dengan ketergantungan tinggi pada perdagangan luar negeri. Jepang dikenal sebagai eksportir utama kendaraan bermotor, komponen elektronik, dan barang industri lainnya, semuanya sangat bergantung pada akses pasar AS yang luas.
Lebih jauh lagi, Onodera menegaskan bahwa meskipun hubungan Tokyo dan Washington tetap kuat sebagai sekutu strategis, kesalahan dalam kebijakan tarif ini berpotensi mencederai hubungan ekonomi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Ia juga menepis kemungkinan Jepang akan membuka kembali negosiasi perdagangan secara keseluruhan, dengan alasan perubahan aturan sepihak hanya akan menambah komplikasi yang sudah ada.
Sementara itu, pemerintah Jepang memilih pendekatan yang lebih tenang. Menurut laporan dari kantor berita lokal, Tokyo akan tetap memantau perkembangan kebijakan tarif AS dengan sikap waspada tetapi tidak gegabah, terutama dalam konteks perjanjian bilateral yang telah terjalin. Para pejabat menilai bahwa stabilitas perjanjian dagang tetap menjadi prioritas meskipun di tengah gejolak aturan tarif yang terjadi di Washington.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.