Medan, SInata.id — Suasana dini hari di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Karya Cilincing, Medan Barat, nyaris berubah menjadi medan perkelahian massal. Di saat sebagian warga terlelap, dua kelompok remaja telah bersiap saling serang. Namun, rencana itu runtuh seketika ketika patroli polisi datang lebih dulu.
Sekitar pukul 01.30 WIB, Tim Opsnal Polsek Medan Barat menghentikan potensi bentrokan yang melibatkan dua geng remaja yang menamakan diri Anak Bunda Family dan Warung Nenek Brotherhood. Enam orang berhasil diamankan, bersama dua senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi brutal tersebut.
Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berawal dari patroli rutin untuk menekan kejahatan jalanan, termasuk geng motor, pencurian, dan tawuran. Patroli itu dipimpin IPTU Senior Sianturi bersama IPDA Ellis MM Sitorus dan IPDA Muslim Buchari.
“Tim sedang berpatroli saat kami menerima laporan warga tentang sekelompok remaja yang sudah berkumpul dengan senjata tajam. Kami langsung bergerak ke lokasi,” ujar Made Wira, Jumat (30/1/2026).
Informasi itu diterima sekitar pukul 00.50 WIB. Tak butuh waktu lama, polisi tiba di Simpang Karya Cilincing dan mendapati sejumlah remaja yang tampak siap bentrok. Begitu melihat petugas, mereka panik dan berpencar masuk ke gang-gang sempit. Kejar-kejaran pun tak terelakkan.
Hasilnya, enam remaja berhasil ditangkap. Dari tangan mereka, polisi menyita satu celurit (corbek) dan satu samurai. Senjata itu diyakini telah disiapkan sejak para pelaku berangkat dari titik kumpul.
Pemeriksaan awal mengungkap fakta mengejutkan: rencana tawuran ini bukan spontan. Kedua kelompok ternyata telah membuat janji bentrok melalui grup WhatsApp. Kelompok Anak Bunda Family (AB), yang disebut dipimpin seorang remaja berinisial J alias Jait, mengerahkan sekitar 15 orang menuju lokasi. Sebagian datang dengan berjalan kaki, sebagian lain menggunakan sepeda motor.
Namun, sebelum satu pun pukulan dilayangkan, polisi lebih dulu memutus rantai kekerasan itu.
Para remaja beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Medan Barat untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi menegaskan, siapa pun yang kedapatan membawa senjata tajam akan diproses sesuai hukum. Sementara mereka yang tidak membawa senjata akan dikembalikan kepada orang tua, dengan syarat pembinaan dan melibatkan pihak sekolah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.