“Kami sudah mengikuti prosedur, melapor ke kelurahan, ke Satpol PP, bahkan mengikuti mediasi. Namun hasilnya belum ada. Seolah-olah dibiarkan. Jangan sampai muncul anggapan adanya pembiaran,” ujar Ani, warga lainnya.
Kekecewaan juga disampaikan terkait upaya penyelesaian secara damai yang sebelumnya sempat ditawarkan, tetapi tidak terealisasi.
“Kami membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” kata warga lainnya.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Melayu, Yoranda Tobing, turut mengkritik keras kondisi tersebut. Ia menegaskan persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele karena menyangkut keselamatan publik.
“Jika pemerintah terus diam, ini bisa menjadi indikasi kegagalan dalam melindungi masyarakat,” tegasnya.
Warga mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar segera melakukan inspeksi teknis serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran. Mereka berharap potensi bahaya dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.
“Kalau sampai roboh dan menimbulkan korban, siapa yang akan bertanggung jawab? Jangan menunggu tragedi baru bertindak,” tutup seorang warga. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.