Pakistan, Sinata.id — Ledakan dahsyat mengguncang Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di kawasan Tarlai, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai puluhan lainnya. Kelompok ISIS kemudian mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri tersebut.
Menurut laporan AFP yang dikutip Sabtu (7/2/2026), ini menjadi serangan paling mematikan di wilayah ibu kota sejak tragedi pengeboman Hotel Marriott pada 2008.
Seorang sumber keamanan mengatakan pelaku sempat dihentikan di gerbang masjid sebelum akhirnya meledakkan diri.
“Pelaku dihentikan di gerbang dan langsung meledakkan dirinya,” kata sumber itu kepada AFP.
Ledakan terjadi tepat saat jemaah memulai ibadah. Karpet merah yang biasanya menjadi alas salat kini dipenuhi puing dan darah. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan jenazah tergeletak di dekat pintu masuk, sementara bagian dalam masjid porak-poranda.
Ambulans berdatangan silih berganti. Warga dan petugas medis mengangkat korban—termasuk anak-anak—menggunakan tandu darurat, membawa mereka ke Pakistan Institute of Medical Sciences. Banyak korban dalam kondisi kritis, sehingga jumlah tewas dikhawatirkan bertambah.
Seorang jemaah, Muhammad Kazim (52), mengaku ledakan terjadi di detik-detik awal salat.
“Saat rukuk pertama, kami mendengar tembakan. Ketika masih menunduk, ledakan besar terjadi,” ujarnya.
Saksi lain, Imran Mahmood, menyebut sempat terjadi baku tembak singkat di gerbang masjid.
“Pelaku mencoba masuk. Salah satu sukarelawan kami yang terluka menembaknya dari belakang, mengenai pahanya. Setelah itu, dia meledakkan diri,” katanya.
ISIS, melalui pernyataan resminya, menyebut salah satu militannya menargetkan jemaah dan meledakkan rompi bom di lokasi.
Tragedi ini mengingatkan Pakistan pada luka lama. Pada September 2008, sebuah bom truk menghancurkan sebagian Hotel Marriott Islamabad, menewaskan 60 orang.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras serangan ini dan berjanji para pelaku akan diburu hingga ke akar.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut aksi tersebut sebagai “kejahatan keji terhadap kemanusiaan” dan pelanggaran terhadap nilai-nilai Islam.
“Pakistan berdiri bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya,” tulis Dar di platform X.
Dari New York, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam serangan tersebut, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.