Oleh: Pdt Manser Sagala M.Th
Setelah kebangkitan Yesus dan peristiwa Pentakosta, kehidupan para murid berubah secara drastis. Dari sekumpulan orang yang ketakutan dan bersembunyi, mereka bertransformasi menjadi komunitas yang berani, penuh kasih, dan terorganisir.
Berikut adalah gambaran kehidupan sehari-hari mereka berdasarkan catatan Kitab Kisah Para Rasul:
1. Bertekun dalam Pengajaran dan Persekutuan
Kehidupan sehari-hari mereka berpusat pada belajar. Mereka tidak lagi hanya mendengar Yesus secara fisik, tetapi mendalami ajaran-ajaran-Nya melalui kesaksian para rasul.
Aktivitas: Mereka berkumpul secara rutin untuk belajar dan menguatkan satu sama lain.
Firman Tuhan: "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa." (Kisah Para Rasul 2:42)
2. Gaya Hidup Berbagi (Komunitas Radikal)
Salah satu ciri paling mencolok adalah hilangnya sifat mementingkan diri sendiri. Mereka memandang harta milik bukan sebagai hak pribadi, melainkan sarana untuk menolong sesama.
Aktivitas: Menjual aset atau harta milik untuk dibagikan kepada anggota komunitas yang kekurangan.
Firman Tuhan: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." (Kisah Para Rasul 2:44-45).
3. Ibadah di Bait Allah dan di Rumah Tangga
Para murid tidak membatasi ibadah hanya di tempat formal. Kehidupan rohani mereka terintegrasi antara kehidupan publik dan kehidupan privat di rumah.
Aktivitas: Pergi ke Bait Allah untuk berdoa dan mengadakan perjamuan kudus (memecahkan roti) di rumah-rumah warga.
Firman Tuhan: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergiliran dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati." (Kisah Para Rasul 2:46).
4.Keberanian dalam Memberitakan Injil
Meskipun menghadapi ancaman dari penguasa agama dan romawi, rutinitas mereka tidak lepas dari menceritakan tentang kebangkitan Yesus. Kebangkitan adalah "bahan bakar" utama keberanian mereka.
Aktivitas: Bersaksi di jalan-jalan, di Bait Allah, dan di mana pun mereka berada.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.