MENU
Tetap Bersyukur dan Berdoa Dalam Segala Keadaan
WA FB
Religi

Tetap Bersyukur dan Berdoa Dalam Segala Keadaan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 11 May 2026 | 05:00 WIB
Tetap Bersyukur dan Berdoa Dalam Segala Keadaan
St. Ferry SP Sinamo, SH., MH.

Refleksi Iman Berdasarkan Kolose 1:9-14

Oleh : St. Ferry SP Sinamo, SH., MH.

Firman Tuhan dalam Alkitab, khususnya Kolose 1:9-14, mengajarkan pentingnya kehidupan doa, ucapan syukur, dan ketekunan iman di tengah berbagai pergumulan hidup. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose menjadi pengingat bagi orang percaya agar tidak mengandalkan kekuatan manusia semata, melainkan tetap hidup dalam kehendak Tuhan.

Dalam surat tersebut, Rasul Paulus menyampaikan bahwa ia tidak berhenti berdoa bagi jemaat di Kolose agar mereka dipenuhi dengan hikmat dan pengertian rohani untuk memahami kehendak Tuhan dengan benar. Paulus juga mengingatkan agar setiap orang percaya hidup layak di hadapan Tuhan, menghasilkan buah dalam pekerjaan baik, serta bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.

Pesan ini relevan dengan kehidupan saat ini. Di tengah tekanan ekonomi, persoalan keluarga, sakit penyakit, hingga berbagai tantangan kehidupan, banyak orang mulai kehilangan pengharapan dan lebih mengandalkan kemampuan sendiri. Padahal, kekuatan sejati orang percaya berasal dari Tuhan.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa doa bukan hanya dilakukan ketika menghadapi masalah, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Doa dipahami sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan Tuhan melalui permohonan, pembacaan firman, dan puji-pujian.

Selain itu, kehidupan tokoh-tokoh dalam Alkitab juga menunjukkan pentingnya doa dan ketekunan iman. Yabes berdoa meminta berkat dan perlindungan Tuhan. Raja Salomo memohon hikmat untuk memimpin bangsa Israel. Raja Hizkia berdoa ketika menghadapi sakit penyakit, sementara Musa bersandar kepada Tuhan ketika bangsa Israel dikejar tentara Firaun.

Melalui pengalaman mereka, terlihat bahwa Tuhan mendengar doa umat-Nya. Namun, jawaban Tuhan tidak selalu sesuai dengan waktu dan keinginan manusia. Dalam kehidupan iman, Tuhan dapat menjawab doa dengan tiga cara, yakni mengabulkan, meminta untuk menunggu, atau menolak demi kebaikan yang lebih besar.

Hal tersebut juga terlihat dalam kehidupan Abraham yang harus menantikan penggenapan janji Tuhan selama puluhan tahun sebelum memperoleh keturunan. Penantian itu menjadi proses pembentukan iman dan kesetiaan kepada Tuhan.

Karena itu, orang percaya diajak untuk tetap bersyukur dan berdoa dalam segala keadaan. Ucapan syukur tidak hanya dilakukan saat menerima sukacita, tetapi juga ketika menghadapi pencobaan hidup. Sikap tersebut mencerminkan iman dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.