Horsens, Sinata.id - Tim Thomas Prancis menegaskan diri sebagai kekuatan baru bulu tangkis dunia usai menumbangkan favorit pra-turnamen, Indonesia, dengan skor 4-1 pada laga fase grup, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini memastikan Prancis memenuhi target yang dibutuhkan, yakni merebut setidaknya empat dari lima pertandingan pada laga terakhir grup.
Keberhasilan tersebut terasa istimewa karena diraih atas Indonesia, juara 14 kali Piala Thomas, yang datang dengan kekuatan merata di sektor tunggal maupun ganda.
“Kami sangat bangga,” kata Toma Junior Popov.
“Leo dan Eloi menunjukkan itu di arena ini. Mereka mampu melakukan hal-hal luar biasa. Mereka meraih medali perak di Kejuaraan Eropa di Horsens. Mungkin itu sebabnya tim menurunkan mereka di ganda putra. Dan saya pikir kami berhasil menjalankan tugas. Selamat untuk mereka, dan selamat untuk semua pemain tunggal putra,” ujarnya usai Prancis memastikan keunggulan.
Saudaranya, Christo Popov, mengaku kemenangan atas Indonesia menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan beberapa tahun lalu.
“Kalau Anda bilang kepada saya dua, tiga, atau empat tahun lalu bahwa kami bisa mengalahkan Indonesia, saya akan bertanya siapa yang akan memenangkan pertandingan itu,” katanya.
“Tapi hari ini kami menunjukkan kemampuan kami sebagai tim. Kami tidak hanya menang satu per satu pertandingan, tetapi menang sebagai sebuah tim. Mereka yang bermain maupun tidak bermain benar-benar memberi semangat dan memberi kami energi besar, terutama di momen krusial.”
Sejak awal pertandingan, Indonesia kesulitan menemukan permainan terbaik.
Jonatan Christie gagal bangkit setelah kalah tipis di gim pertama melawan Christo Popov, lalu menurun pada gim kedua.
Selanjutnya, Alex Lanier yang sempat tampil kurang meyakinkan pada laga pembuka, kali ini bermain penuh energi saat menghadapi Alwi Farhan. Prancis pun menggandakan keunggulan.
Anthony Sinisuka Ginting nyaris membawa Indonesia bangkit saat menghadapi Toma Junior Popov. Namun ketika unggul di gim ketiga, Ginting terjatuh cukup keras dan momentum berbalik.
Serangan cepat dan eksplosifnya mendadak menghilang, sementara satu match point lepas dari genggaman. Popov memanfaatkan situasi itu untuk mengamankan kemenangan dan membawa Prancis semakin dekat ke hasil sensasional.
Berita Terkait
10 Juni Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Maknanya
10 Jun 2026
NASA Jelaskan Dampak Bendungan China dan Perubahan Iklim terhadap Rotasi Bumi
09 Jun 2026
9 Juni Diperingati Hari Arsip Internasional dan Hari Donal Bebek
09 Jun 2026
Said Iqbal: dari Jalanan Aksi Buruh Menuju Lingkaran Istana Presiden
08 Jun 2026
Hari Besar 8 Juni 2026: Dari Pelestarian Laut hingga Mengenang Soeharto
08 Jun 2026
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.