MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Timnas Kongo Wajib Karantina 21 Hari atau Terancam Gagal Tampil di Pia...
WA FB
Olahraga

Timnas Kongo Wajib Karantina 21 Hari atau Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia

T Editor : Tigor Munthe | 24 May 2026 | 17:52 WIB
Timnas Kongo Wajib Karantina 21 Hari atau Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia
Timnas Kongo. (Foto: Ist)

WASHINGTON, Sinata.id  — Tim nasional Democratic Republic of the Congo diwajibkan menjalani isolasi selama 21 hari jika ingin tetap dapat masuk ke Amerika Serikat untuk mengikuti FIFA World Cup 2026.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, Andrew Giuliani, menyusul wabah Ebola yang tengah melanda negara Afrika Tengah tersebut.

Menurut Giuliani, pemerintah AS telah memberi tahu FIFA, federasi sepak bola Kongo, dan pemerintah Kongo bahwa skuad harus menjaga “gelembung isolasi” selama berada di Belgia.

“Kami sudah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas bubble selama 21 hari sebelum bisa datang ke Houston pada 11 Juni,” ujar Giuliani kepada ESPN dikutip Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan jika aturan tersebut dilanggar, maka tim berisiko tidak diizinkan memasuki wilayah AS.

Pemerintah AS disebut sangat serius menjaga aspek kesehatan dan keamanan selama penyelenggaraan FIFA World Cup 2026.

Seluruh pemain Kongo dan pelatih asal Prancis, Sébastien Desabre, saat ini memang berbasis di luar Kongo, mayoritas bermain di liga Prancis. 

Namun sejumlah staf tim yang berada di Kongo dilaporkan baru meninggalkan negara tersebut pekan ini.

Giuliani menambahkan, jika ada staf tambahan yang bergabung, mereka wajib menjalani bubble terpisah. 

Jika ada yang menunjukkan gejala Ebola, maka seluruh tim dapat kehilangan hak tampil di Piala Dunia.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention disebut telah menempatkan petugas di Eropa untuk memantau situasi, termasuk kemungkinan mengirim staf ke Belgia guna mengawasi kondisi tim Kongo.

Pekan lalu, pemerintah Democratic Republic of the Congo mengonfirmasi wabah Ebola jenis Bundibugyo yang diduga telah menewaskan lebih dari 130 orang dan menyebabkan hampir 600 kasus suspek.

World Health Organization (WHO) kemudian menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah AS melarang masuk seluruh warga asing yang dalam tiga pekan terakhir berada di Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Kebijakan tersebut berlaku selama 30 hari.

Tim berjuluk Leopards itu dijadwalkan melakoni laga pemanasan melawan Denmark di Liege pada 3 Juni dan menghadapi Chile di Spanyol selatan pada 9 Juni.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.