Jakarta, Sinata.id - Kebiasaan makan berlebihan saat berbuka puasa masih menjadi perhatian ahli kesehatan, karena dapat memicu gangguan pencernaan hingga lonjakan gula darah. Fenomena ini kerap terjadi setelah berjam-jam menahan lapar dan haus selama Ramadan.
Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Setelah cadangan karbohidrat habis digunakan sebagai energi, tubuh mulai memanfaatkan lemak dan protein. Aktivitas sistem pencernaan juga menurun karena lambung beristirahat beberapa jam tanpa makanan. Ketika asupan makanan tiba-tiba banyak saat berbuka, sistem pencernaan menerima beban mendadak, sehingga rentan menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, kram perut, dan diare.
Selain masalah pencernaan, makan berlebihan juga dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Tubuh yang sensitif terhadap karbohidrat dan gula setelah berpuasa akan merespons dengan pelepasan insulin yang cepat. Akibatnya, kadar gula darah bisa turun drastis, menimbulkan rasa lemas, mengantuk, atau lapar kembali dalam waktu singkat.
Profesor gizi kesehatan masyarakat dari Obafemi Awolowo University, Beatrice Ogunba, menekankan bahwa makan berlebihan saat berbuka merupakan kesalahan umum. Ia menyarankan agar orang fokus pada asupan makanan bergizi, bukan kalori tinggi, untuk memulihkan energi setelah puasa.
Ogunba menambahkan, tubuh tidak membutuhkan jumlah makanan besar sekaligus. Memilih menu berbuka yang seimbang dan bergizi menjadi kunci menjaga kestabilan energi. Makanan tinggi gula dapat menyebabkan fluktuasi tajam pada kadar gula darah, sementara makanan pedas atau asam sebaiknya dihindari saat perut kosong karena berpotensi mengiritasi lambung dan memicu refluks asam.
Selain itu, menjaga asupan cairan sejak berbuka hingga sahur juga penting untuk mencegah dehidrasi. Para ahli merekomendasikan berbuka secara bertahap, dimulai dengan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti buah atau sup, sebelum melanjutkan ke hidangan utama dalam porsi wajar.
Dengan pola makan berbuka yang lebih terkontrol, manfaat puasa bagi kesehatan dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko gangguan pencernaan maupun fluktuasi gula darah. (a58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.