Pernyataan ini memicu dugaan penggunaan skema serupa Ponzi, yakni memanfaatkan uang pelanggan baru untuk menutup kewajiban lama.
Tekanan publik semakin meningkat ketika para korban mendatangi kediaman Ayu Puspita di Jakarta Timur untuk menuntut pertanggungjawaban.
Beberapa unggahan memperlihatkan suasana emosional saat keluarga pengantin mempertanyakan komitmen layanan yang telah dibayar lunas.
Kasus ini kemudian berlanjut ke ranah hukum.
Kepolisian mengonfirmasi telah menerima puluhan laporan dari korban dugaan penipuan jasa wedding organizer tersebut.
Ayu Puspita bersama satu orang lainnya, termasuk pihak yang berperan dalam operasional dan penawaran paket, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan.
Polda Metro Jaya kini mengambil alih penanganan seluruh laporan yang sebelumnya tersebar di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Aparat membuka pusat layanan pengaduan khusus dan mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melapor guna pendataan dan pengembangan perkara.
Penyidik menyebut motif dugaan penipuan mengarah pada faktor ekonomi.
Modus yang digunakan antara lain menawarkan paket dengan harga sangat murah dan bonus berlebih, namun layanan inti seperti katering, dekorasi, hingga dokumentasi tidak terealisasi meski pembayaran telah diterima.
Tak hanya calon pengantin, sejumlah vendor rekanan juga mengaku mengalami kerugian karena tidak menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikan.
Total kerugian yang dilaporkan disebut mencapai puluhan miliar rupiah, dengan jumlah korban yang masih berpotensi bertambah.
Dari Flexing ke Ruang Penyidikan
Sebuah video resepsi pernikahan tanpa makanan di meja tamu berubah menjadi awal terbongkarnya dugaan penipuan besar-besaran yang menyeret nama pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita Dinanti.
Perempuan yang selama ini dikenal kerap memamerkan gaya hidup mewah di media sosial itu kini justru duduk sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana klien.
Kasus ini mencuat setelah para calon pengantin dan vendor beramai-ramai bersuara di platform Threads dan TikTok pada 7–8 Desember 2025.
Mereka mengklaim telah membayar penuh paket pernikahan, namun di hari H, layanan yang dijanjikan, terutama katering dan food stall, tidak muncul sama sekali.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.