"Persis sama yang dirasakan masyarakat Kebun Marjandi, kami juga masyarakat Sidamanik merasakan dan mengalami hal yang sama. Lahan pertanian masyarakat rusak akibat dihantam banjir, bahkan ada jembatan di kampung kami turut hancur akibat dihantam banjir," katanya.
Untuk lokasi banjir, sebutnya, seperti pernah terjadi di Kelurahan Sarimatondang dan Nagori Bahal Gajah, Nagori Tigabolon. Kedua wilayah ada di Kecamatan Sidamanik.
Serta, longsor juga pernah terjadi. Dn saat ini, lokasi longsor telah melebar hingga ke areal pemukiman warga. "Artinya, jika tetap dilanjutkan konversi itu maka banjir akan lebih parah lagi," tutur Jan Rusdin. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.