MENU
Banner SINATA.ID
Tragedi Taman Bunga: IPK Siantar Buka Suara, Kader Diduga Terlibat Dil...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Tragedi Taman Bunga: IPK Siantar Buka Suara, Kader Diduga Terlibat Dilepas ke Hukum

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jun 2026 | 20:55 WIB
Tragedi Taman Bunga: IPK Siantar Buka Suara, Kader Diduga Terlibat Dilepas ke Hukum
Sekretaris DPD IPK Kota Pematangsiantar, Agus Sitanggang, menyampaikan keterangan pers terkait kasus penganiayaan di kawasan Taman Bunga yang menewaskan Jaka Janes Malau. (sinata)

Sebagai langkah evaluasi internal, IPK berkomitmen memperkuat pembinaan terhadap seluruh kader agar senantiasa menjunjung tinggi hukum dan menjaga nama baik organisasi.

"Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Ke depan, pembinaan terhadap kader akan terus diperkuat agar setiap anggota memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi dan sebagai warga negara yang taat hukum," ungkap Agus.

Keluarga Korban Ungkap Kronologi Versi Saksi dan CCTV

Di sisi lain, keluarga korban mengungkap kronologi kejadian berdasarkan informasi yang mereka terima dari pihak kepolisian serta hasil pemeriksaan rekaman CCTV.

Abang kandung korban, Rezky Zumady Malau, mengatakan peristiwa bermula ketika sebuah mobil yang disebut merupakan kendaraan milik salah satu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berhenti di depan kawasan Taman Bunga.

"Menurut penjelasan yang kami terima dari pihak kepolisian berdasarkan rekaman CCTV, ada mobil IPK yang berhenti di depan Taman Bunga. Dari dalam mobil tersebut turun sekitar enam orang laki-laki," katanya.

Menurut Rezky, keenam pria tersebut kemudian menghampiri seorang saksi bermarga Haloho dan menanyakan seseorang yang disebut sebagai pembuat tato.

Saat itu, Jaka berada di belakang saksi tersebut. Salah seorang pria kemudian menunjuk ke arah korban dan menanyakan apakah korban merupakan orang yang mereka cari.

Meski saksi telah menjelaskan bahwa korban bukan orang yang dimaksud, keluarga menyebut salah seorang pria diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

"Saksi sudah mengatakan bahwa adik kami bukan orang yang dicari. Namun salah satu dari mereka langsung memukul adik kami," ungkap Rezky.

Korban disebut sempat melakukan perlawanan untuk membela diri. Namun situasi kemudian berubah ketika sejumlah pria lainnya diduga ikut melakukan penyerangan secara bersama-sama.

"Karena adik kami membela diri dan membalas pukulan itu, yang lain ikut mengeroyok. Informasinya, warga yang berada di sekitar lokasi juga tidak diperbolehkan ikut campur," ujarnya.

Penyidikan Masih Berlangsung

Hingga kini, kasus yang menewaskan Jaka masih dalam penanganan Polres Pematangsiantar. Sejumlah pihak yang diduga terlibat telah diamankan, sementara proses penyidikan terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.