Pematangsiantar, Sinata.id – Warga Gang Taqwa, Pematangsiantar, mengeluhkan dugaan aktifitas transaksi narkoba masih berlangsung pasca bentrokan antara sejumlah warga dengan kelompok diduga pengedar narkoba di Gang Pulo Kumba, lokasi yang berdekatan dengan Gang Taqwa.
"Sampai Kamis malam (18/12/2025) kemarin, masih ada aktivitas yang diduga transaksi narkoba di sini. Hampir dua puluh empat jam ada kegiatan transaksi orang itu," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (21/12/2025).
Warga lain menyatakan permintaan agar dibangun pos kamling sebagai upaya pengawasan dan pencegahan.
"Permintaan kami, dibuat maunya satu di sini posko, karena mereka bisa juga lalu lalang dari sini," ucapnya.
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur TM Sitinjak, dalam pernyataan pada Sabtu (20/12/2025), menyebutkan jajarannya tetap melakukan patroli pasca insiden bentrokan.
Pasca terjadinya keributan tersebut, Personel Satresnarkoba Polres Pematangsiantar tetap melakukan patroli rutin dan pencegahan agar tidak terjadi peredaran narkoba di lokasi tersebut.
Namun, upaya konfirmasi pada Minggu (21/12/2025) terkait patroli dan respon atas keluhan warga terbaru, belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Terpisah, Ketua Gerakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (GIMP) Sumatera Utara, Indra Simarmata, mendesak Kapolres dan kepala BNN Kota Pematangsiantar mundur dari jabatannya jika tidak mampu mencegah dan mengatasi permasalahan peredaran narkoba di wilayah itu
"Kejadian ini menjadi bentuk, bahwa Kapolres dan Kepala BNN Kota Pematangsiantar dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan, pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkoba," tutur Indra.
Menurut Indra, dengan adanya dugaan transaksi narkoba pasca bentrokan warga, menjadi bukti nyata kegagalan dari Kapolres dan kepala BNN kota Pematangsiantar dalam mengungkap kasus ini dengan transparan terhadap publik.
"Untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik, GIMP mendesak keduanya segera mengundurkan diri dari jabatannya. Karena kasus ini menyangkut masa depan generasi muda kota Pematangsiantar," kata Indra.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan warga setempat, bentrokan pada Rabu sore (17/12/2025) diduga dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan Pulo Kumba.
Aktivitas tersebut ditandai dengan keluar-masuk kendaraan ke lokasi yang sama secara berulang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.