Jakarta, Sinata.id — Aktivitas lalu lintas di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sempat lumpuh setelah sebuah truk crane terguling di tengah jalan pada Jumat pagi. Insiden yang terjadi saat jam sibuk itu langsung memicu kemacetan panjang dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KH Abdullah Syafi’i, salah satu ruas utama penghubung wilayah Jakarta Timur menuju pusat bisnis Jakarta Selatan. Truk crane yang tengah beroperasi di area proyek tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga akhirnya roboh dan melintang di sebagian badan jalan.
Akibat posisi kendaraan berat itu, sekitar setengah badan jalan tertutup, membuat arus kendaraan terhambat cukup lama. Hingga siang hari, truk crane dilaporkan masih berada di lokasi sehingga memperparah kepadatan lalu lintas di sekitar titik kejadian.
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali ramai beredar melalui unggahan warga di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat bagian boom atau lengan crane roboh hingga memakan sebagian jalur kendaraan. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular dari arah Jakarta Timur menuju kawasan Kuningan.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto menjelaskan bahwa insiden tersebut bukan kecelakaan lalu lintas, melainkan kecelakaan kerja yang terjadi saat alat berat itu sedang digunakan untuk memindahkan material proyek.
“Iya, tadi itu kan lagi ngangkat barang. Setelah barangnya sudah di bawah, ketika mau digeser malah ambruk,” ujar Mujiyanto, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, beruntung posisi crane yang roboh sebagian jatuh ke arah trotoar sehingga tidak sepenuhnya menutup seluruh jalur kendaraan. Jika kendaraan berat itu jatuh ke badan jalan secara penuh, kemacetan diperkirakan bisa lebih parah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, insiden tersebut membuat arus kendaraan tersendat cukup lama, terutama dari arah Kampung Melayu menuju Tebet. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan pun diterjunkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas sekaligus menyiapkan proses evakuasi kendaraan berat tersebut.
Evakuasi crane dilaporkan membutuhkan penanganan teknis khusus sehingga tidak bisa dilakukan secara cepat. Teknisi alat berat dijadwalkan datang untuk membongkar bagian crane sebelum kendaraan dipindahkan dari lokasi. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.