MENU
Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Mi...
WA FB
Berita

Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Minnesota

G Editor : Gunawan Purba | 16 Jan 2026 | 18:44 WIB
Trump Ancam Kerahkan Militer di Tengah Gelombang Protes Anti-ICE di Minnesota
Donald Trump. (Ist)

Setelah situasi relatif terkendali, sekelompok kecil orang dilaporkan merusak sebuah kendaraan yang diduga milik petugas federal.

Salah satu pelaku menuliskan grafiti merah bertuliskan “Hang Kristi Noem”, merujuk pada Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang membawahi ICE.

Sejak operasi penegakan hukum diperluas, agen federal telah menahan sejumlah imigran dan peserta demonstrasi.

Dalam beberapa kejadian, petugas memecahkan kaca mobil dan menyeret orang keluar secara paksa. Aparat juga mendapat kecaman karena menghentikan warga negara AS berkulit hitam dan Latino untuk pemeriksaan identitas.

Pemerintahan Trump dan otoritas Minnesota saling menyalahkan atas meningkatnya eskalasi kekerasan.

Salah satu kasus yang menyedot perhatian publik melibatkan Aliya Rahman, seorang warga negara AS, yang pada Selasa ditarik secara paksa dari mobilnya oleh petugas imigrasi bermasker di dekat lokasi tewasnya Renee Good.

Kepada Reuters, Rahman mengaku diperlakukan secara tidak manusiawi. “Mereka menyeret saya keluar dari mobil dan memborgol saya seperti hewan, padahal saya sudah menjelaskan bahwa saya penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia mengatakan sempat berulang kali meminta bantuan medis setelah ditahan oleh ICE, namun justru dibawa ke fasilitas terpencil. Rahman mengaku sempat pingsan di dalam sel sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Menanggapi tudingan tersebut, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyebut Rahman sebagai “provokator” yang menolak perintah petugas untuk memindahkan kendaraannya dari area operasi, sehingga ditangkap dengan tuduhan menghalangi tugas aparat.

Kronologi Penembakan Pria Venezuela DHS mengungkap identitas pria Venezuela yang ditembak sebagai Julio Cesar Sosa-Celis.

Ia sebelumnya memasuki AS pada 2022 melalui program pembebasan bersyarat kemanusiaan yang diberlakukan di era Presiden Joe Biden. Program tersebut kemudian dicabut oleh pemerintahan Trump, termasuk bagi warga Venezuela dan kelompok lainnya.

Menurut versi DHS, petugas federal berusaha menghentikan kendaraan Sosa-Celis, namun ia melarikan diri hingga menabrak mobil yang terparkir, lalu kabur dengan berjalan kaki.

Seorang petugas sempat menangkapnya, tetapi saat keduanya bergumul di tanah, dua pria Venezuela lain keluar dari apartemen terdekat dan menyerang petugas menggunakan alat seperti pengikis salju dan gagang sapu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.