Israel juga menyatakan bergabung. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu (21/1/2026) mengonfirmasi penerimaan undangan tersebut.
Negara lain yang menyatakan kesediaan bergabung antara lain Kanada, Hongaria, Argentina, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Belarus. Presiden Argentina Javier Milei menyebut keikutsertaan negaranya sebagai sebuah kehormatan, sementara Presiden Belarus Alexander Lukashenko telah menandatangani dokumen keanggotaan.
Di sisi lain, sejumlah negara menolak bergabung. Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak undangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menilai struktur Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan Piagam PBB karena memberikan kewenangan luas kepada pimpinan dewan.
Norwegia dan Swedia juga menyatakan tidak akan bergabung dalam badan pengawas pascaperang Gaza tersebut.
Sementara itu, beberapa negara masih mempertimbangkan undangan yang diterima. China dan Rusia menyatakan telah menerima undangan namun belum mengambil keputusan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku masih menimbang keikutsertaan karena Rusia juga diundang dalam dewan yang sama. India juga tercatat sebagai salah satu negara yang telah diundang namun belum menyampaikan sikap resmi.
Pembentukan Dewan Perdamaian ini menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat untuk membangun mekanisme internasional dalam pengelolaan Gaza pascakonflik, meski respons negara-negara yang diundang menunjukkan perbedaan sikap terhadap inisiatif tersebut. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.