Washington, Sinata.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan telepon dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro, menandai meredanya ketegangan diplomatik yang sebelumnya diwarnai saling tuding dan ancaman keras.
Kontak langsung ini terjadi setelah hubungan kedua negara kembali memanas akibat operasi militer Amerika Serikat di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump menyatakan percakapan tersebut berlangsung dalam suasana positif. Melalui unggahan di Truth Social, ia mengaku menghargai inisiatif Petro yang menelepon untuk menjelaskan perbedaan pandangan, termasuk soal isu narkotika yang sempat memicu konflik terbuka.
Trump juga menyampaikan harapan untuk bertemu langsung dengan Presiden Kolombia itu dan menyebut kedua pihak tengah membahas rencana kunjungan resmi ke Gedung Putih.
Dari pihak Kolombia, Petro mengonfirmasi bahwa pembicaraan tersebut merupakan komunikasi pertama dengan Trump sejak dirinya menjabat presiden pada 2022.
Dalam pidatonya di Bogota, Petro menekankan pentingnya membuka kembali jalur dialog langsung antar pemerintah.
Menurutnya, tanpa komunikasi diplomatik yang intensif, risiko konflik terbuka akan semakin besar.
Petro kemudian menegaskan bahwa perbedaan utama dengan Trump terletak pada arah kebijakan Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin.
Ia mendorong Washington agar mengalihkan fokus dari eksploitasi sumber daya minyak ke investasi energi bersih.
Petro menilai pendekatan berbasis eksploitasi berpotensi merusak tatanan hukum internasional dan memperbesar ancaman konflik global.
Hubungan Trump dan Petro sebelumnya memburuk setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap Kolombia dan mencabut visa Petro.
Langkah itu diambil menyusul kritik Petro atas operasi militer AS di kawasan Karibia yang menurutnya salah sasaran.
Trump kala itu menuding Petro sebagai sosok yang terafiliasi dengan jaringan narkotika, tudingan yang dibantah keras oleh pemerintah Kolombia.
Petro menyatakan pemberantasan kartel narkoba tetap menjadi prioritas utamanya dan mengklaim telah memerintahkan penyitaan kokain terbesar sepanjang sejarah.
Ia juga menegaskan kesiapan militer Kolombia untuk mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman eksternal.
Sementara itu, operasi Amerika Serikat di Venezuela menuai kecaman luas. Petro menyebut penangkapan Maduro sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara lain.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.