MENU
Trump Boyong Bos Tesla hingga Apple Temui Xi Jinping di China
WA FB
Berita

Trump Boyong Bos Tesla hingga Apple Temui Xi Jinping di China

T Editor : Tigor Munthe | 14 May 2026 | 10:56 WIB
Trump Boyong Bos Tesla hingga Apple Temui Xi Jinping di China
Donald Trump dan Xi Jinping. (Foto: ist)

Jakarta, Sinata.id - Presiden Donald Trump dikabarkan mengajak sejumlah petinggi perusahaan raksasa Amerika Serikat dalam kunjungan penting ke China pekan ini.

Delegasi bisnis elite tersebut disebut akan ikut mendampingi Trump saat bertemu Presiden Xi Jinping di tengah memanasnya hubungan dua negara.

Beberapa nama besar yang masuk dalam rombongan, antara lain CEO Tesla Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, CEO BlackRock Larry Fink, serta CEO Boeing Kelly Ortberg.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, delegasi bisnis itu akan menjadi bagian dari agenda diplomatik dan ekonomi Trump selama berada di China.

Selain nama-nama tersebut, sejumlah pimpinan perusahaan besar lain juga disebut ikut dalam lawatan, di antaranya CEO Blackstone Stephen Schwarzman, CEO Cargill Brian Sikes.

CEO Citigroup Jane Fraser, CEO Goldman Sachs David Solomon, CEO Mastercard Michael Miebach, CEO Visa Ryan McInerney, hingga CEO Qualcomm Cristiano Amon.

Namun ada satu nama besar yang justru tak masuk daftar, yakni CEO NVIDIA Jensen Huang.

Padahal sebelumnya Huang sempat menyatakan dirinya siap jika diminta mewakili AS dalam kunjungan tersebut.

“Jika diundang, itu akan menjadi kehormatan besar untuk mewakili Amerika Serikat,” ujar Huang kepada CNBC.

Kunjungan Trump ke China diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan, kecerdasan buatan (AI), kontrol ekspor teknologi, Taiwan, hingga konflik Iran.

Lawatan ini juga dinilai penting karena berlangsung di tengah meningkatnya tensi hubungan Washington-Beijing dalam beberapa pekan terakhir.

Trump sendiri disebut berharap dapat membawa pulang sejumlah kesepakatan bisnis baru dari China, termasuk potensi pembelian dan kerja sama ekonomi berskala besar.

CEO Citigroup Jane Fraser menilai komunikasi dan keterlibatan aktif antara AS dan China tetap menjadi hal penting bagi stabilitas ekonomi global.

“Saya pikir sangat penting melihat adanya keterlibatan antara dua kekuatan ekonomi besar dunia. Kita semua membutuhkan hubungan itu tetap berlangsung,” kata Fraser. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.