Otoritas Iran disebut akhirnya membenarkan klaim tersebut. Presenter televisi media pemerintah tampak menitikkan air mata saat menyampaikan kabar duka, seperti dikutip dari BBC News. Negara itu dilaporkan diselimuti duka mendalam dan akan memberlakukan masa berkabung selama 40 hari.
Namun hingga kini, Teheran disebut belum memberikan konfirmasi resmi secara lengkap.
Figur Sentral Republik Islam
Khamenei merupakan figur kunci yang membentuk arah perlawanan dan kebijakan strategis Iran selama lebih dari tiga dekade. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Khamenei bersama sejumlah pejabat Iran “tidak bisa lolos dari intelijen AS dan sistem pelacakan paling canggih.”
Khamenei mengambil alih kepemimpinan Republik Islam Iran pada 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini. Jika Khomeini dikenal sebagai arsitek ideologis Revolusi Islam 1979, Khamenei memperkuat fondasi kekuasaan negara melalui penguatan militer, paramiliter, dan jaringan pengaruh regional.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, ia menjabat sebagai presiden Iran pada masa Perang Iran-Irak. Pengalaman perang tersebut membentuk pandangannya yang sangat curiga terhadap Barat, khususnya AS, yang saat itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.
Pakar Iran Vali Nasr menyebut pengalaman perang itu sangat memengaruhi cara pandang Khamenei.
“Dia adalah presiden masa perang yang keluar dari konflik dengan keyakinan bahwa Iran rentan dan harus selalu siap menghadapi ancaman,” ujar Nasr seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Menurut Nasr, bagi Khamenei, revolusi, republik Islam, dan nasionalisme Iran merupakan satu kesatuan yang harus dijaga.
Membangun Negara Keamanan
Di bawah kepemimpinannya, Korps Garda Revolusi Islam berevolusi menjadi kekuatan dominan, tidak hanya di bidang militer, tetapi juga politik dan ekonomi. Khamenei juga mendorong konsep “ekonomi perlawanan” untuk menopang kemandirian Iran di tengah sanksi Barat.
Namun pendekatan keras ini menuai kritik luas di dalam negeri. Penindakan terhadap protes pemilu 2009 serta gelombang demonstrasi 2022 terkait hak perempuan menegaskan gaya kepemimpinannya yang memandang ketidakstabilan domestik sebagai ancaman keamanan nasional
Berita Terkait
El Niño Datang Lagi, Ancaman Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai
11 Jun 2026
Helikopter Apache Jatuh, Trump Perintahkan Serangan ke Iran
10 Jun 2026
Khamenei Sebut Israel Tinggal Hitungan Hari, Iran Mulai Operasi Nasr
08 Jun 2026
Gempa Terkuat Filipina Sejak 1976, Korban Tewas Bertambah Jadi 32 0rang
08 Jun 2026
Viral! Partai Kecoak Guncang Politik India, Ribuan Anak Muda Turun ke Jalan
07 Jun 2026
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.