MENU
Trump Klaim Militer AS Berhasil Ringkus Nicolas Maduro
WA FB
Dunia

Trump Klaim Militer AS Berhasil Ringkus Nicolas Maduro

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Jan 2026 | 18:56 WIB
Trump Klaim Militer AS Berhasil Ringkus Nicolas Maduro
Presiden AS, Donald Trump. (CNBC)

Jakarta, Sinata.id - ​Dunia dikejutkan oleh pengumuman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump mengeklaim bahwa militer AS telah melancarkan operasi berskala besar pada Sabtu (3/1/2026) yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya di Caracas.

​Operasi Kilat di Jantung Venezuela ​Bukan sekadar gertakan politik, Trump menegaskan bahwa pasangan pemimpin Venezuela tersebut kini telah diterbangkan keluar dari negaranya.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP, Trump menyebutkan bahwa misi ini melibatkan koordinasi ketat antara pasukan militer dan aparat penegak hukum AS.

​"Banyak perencanaan yang matang, pasukan yang hebat, dan orang-orang luar biasa. Ini adalah operasi yang brilian," ujar Trump dalam wawancara telepon singkat dengan New York Times.

​Puncak Ketegangan yang Menahun ​Penangkapan ini merupakan klimaks dari tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Washington terhadap pemerintahan Maduro.

Berikut adalah rangkaian peristiwa yang memicu eskalasi tersebut:

​Desember 2025: Trump secara terbuka memperingatkan Maduro untuk mundur, menyatakan bahwa masa kekuasaannya "tinggal menghitung hari." Diplomasi yang Gagal: Dua hari sebelum serangan, Maduro sempat menawarkan kerja sama terkait isu migrasi dan narkoba, namun tawaran tersebut diabaikan oleh Gedung Putih. ​Tudingan Serius: AS menuduh Venezuela sebagai pusat perdagangan narkoba global dan mengklaim Caracas telah merampas hak-hak minyak Amerika.

​Dominasi Militer AS di Karibia ​Sebelum klaim penangkapan ini mencuat, tanda-tanda pergerakan militer AS sudah terlihat jelas. Armada kapal induk USS Gerald R. Ford telah disiagakan di kawasan Karibia bersama sejumlah kapal perang lainnya.

​Aksi militer ini juga mencakup blokade ketat, di mana pasukan AS dilaporkan telah menyita dua kapal tanker dan melakukan serangan udara yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Serangan tersebut ditargetkan untuk menghancurkan infrastruktur dermaga dan armada kecil yang diduga menjadi sarana penyelundupan narkoba.

​Apa Langkah Selanjutnya? Presiden Trump dijadwalkan akan memberikan keterangan lebih rinci dalam konferensi pers yang digelar dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat (23.00 WIB).

Publik kini menanti bukti fisik dan detail mengenai lokasi penahanan Maduro serta respons dari pihak internasional. []

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.