Pakistan, Sinata.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara AS dan Iran saat ini tengah berlangsung dengan mediasi dari Pakistan. Ia mengklaim pembicaraan tersebut menunjukkan perkembangan positif, meski belum memberikan rincian konkret terkait hasilnya.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menyebut kesepakatan antara kedua negara berpotensi tercapai dalam waktu relatif cepat. Namun, ia tidak menjelaskan apakah pembahasan tersebut mencakup gencatan senjata atau pembukaan kembali Selat Hormuz y⁸ang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
“Kita masih memiliki ribuan target, dan operasi militer terus berjalan. Namun, kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat,” ujar Trump seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (30/3/2026). Klaim Pengiriman Kapal Minyak Trump juga mengungkapkan bahwa Iran telah mengizinkan sejumlah kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk sinyal positif dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Menurutnya, jumlah kapal yang diizinkan melintas bahkan meningkat setelah adanya persetujuan dari pejabat tinggi Iran. Pernyataan ini dinilai sebagai indikasi adanya komunikasi tidak langsung antara kedua negara di tengah konflik yang masih berlangsung. Pakistan Perkuat Peran Mediasi Di tengah ketegangan, Pakistan muncul sebagai pihak penengah yang aktif. Negara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan sejumlah menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan untuk membahas situasi kawasan serta konflik AS-Iran.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi regional sekaligus mencari solusi atas konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga dilaporkan telah melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam percakapan tersebut, Pakistan menegaskan komitmennya untuk mendorong upaya diplomasi guna meredakan konflik. Iran Belum Akui Negosiasi Resmi Di sisi lain, Iran belum mengakui adanya perundingan resmi dengan Amerika Serikat. Meski begitu, sejumlah laporan menyebut Teheran telah menyampaikan respons terhadap proposal yang diajukan Washington melalui jalur diplomasi tidak langsung di Islamabad.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.