Di sisi lain, Iran dilaporkan terus melancarkan serangan balasan dengan menargetkan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di negara-negara Teluk.
Meski demikian, pemerintah Iran membantah adanya perundingan dengan AS untuk mengakhiri konflik. Teheran juga menegaskan tidak akan bernegosiasi dalam kondisi tekanan militer.
Sebelumnya, muncul laporan bahwa AS mengirimkan proposal gencatan senjata melalui perantara. Namun, klaim tersebut tidak diakui oleh pihak Iran.
Trump turut menyinggung dampak ekonomi perang, khususnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri AS yang disebutnya meningkat hingga 25 persen sejak konflik dimulai.
Ia berjanji harga energi akan kembali stabil setelah perang berakhir. “Kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan seluruh tujuan dalam waktu dekat,” katanya. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.