Sinata.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan langkah keras dalam perang melawan narkoba. Kali ini, Trump menyatakan akan menggolongkan fentanil sebagai senjata pemusnah massal, sebuah keputusan yang disebutnya sebagai langkah ekstrem untuk melindungi warga Amerika dari ancaman mematikan narkotika sintetis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah acara resmi di Gedung Putih, Senin waktu setempat.
Di hadapan para pejabat dan undangan, Trump menegaskan bahwa fentanil telah berubah menjadi ancaman nasional yang setara dengan bahaya strategis berskala besar.
“Saya mengambil satu langkah tambahan untuk menyelamatkan rakyat Amerika dari fentanil yang telah merenggut begitu banyak nyawa,” ujar Trump, dikutip Selasa (16/12/2025).
Ia menambahkan bahwa melalui perintah eksekutif yang akan segera diteken, fentanil akan diperlakukan sebagai ancaman luar biasa terhadap keamanan nasional.
Meski naskah resmi perintah eksekutif tersebut belum dipublikasikan, kebijakan ini diyakini akan membuka jalan bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk menggunakan skema pendanaan khusus yang selama ini dialokasikan untuk penanggulangan senjata pemusnah massal.
Gagasan mengaitkan fentanil dengan kategori WMD sebenarnya bukan hal baru di lingkaran Trump.
Pada masa jabatan pertamanya, wacana serupa pernah dibahas namun tak pernah diwujudkan secara formal.
Kini, pendekatan tersebut kembali diangkat seiring meningkatnya angka kematian akibat overdosis di Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung operasi militer terhadap jalur penyelundupan narkoba.
Ia mengklaim telah memerintahkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan internasional yang diduga digunakan untuk mengirim narkoba ke AS.
Bahkan, Trump secara terbuka menyatakan kesiapannya memperluas operasi tersebut hingga ke fasilitas produksi narkoba di darat.
“Kami akan bergerak ke darat. Itu justru lebih mudah, tetapi ini menyangkut ancaman militer langsung terhadap Amerika Serikat,” kata Trump dengan nada tegas.
Pilihan Editor: Timsus JCS Polrestabes Medan Ringkus Begal Motor Dini Hari, Penadah Masuk DPO
Kebijakan keras ini juga berkaitan dengan tekanan politik Trump terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Trump selama ini menuding Venezuela sebagai salah satu simpul utama dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.