Sementara itu, Kepala Urusan Perbatasan AS di era Trump, Tom Homan, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa ide pengklasifikasian fentanil sebagai senjata pemusnah massal telah dibahas secara internal selama berbulan-bulan.
Dukungan politik terhadap langkah ini juga datang dari Kongres. Anggota DPR AS dari Partai Republik, Lauren Boebert, sebelumnya telah mengajukan rancangan undang-undang yang mendorong Kantor Penanggulangan Senjata Pemusnah Massal di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk memasukkan fentanil dalam mandat resminya.
Menariknya, langkah keras terhadap fentanil ini muncul di tengah sinyal berbeda dari Trump terkait kebijakan narkotika lainnya.
Presiden AS itu dikabarkan sedang mempertimbangkan pelonggaran status hukum mariyuana, yang langsung memicu lonjakan harga saham perusahaan ganja di pasar keuangan. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.