MENU
Trump Tak Suka Serangan Drone Ukraina ke Rumah Putin, Rusak Rencana Da...
WA FB
Berita

Trump Tak Suka Serangan Drone Ukraina ke Rumah Putin, Rusak Rencana Damai

R Editor : Redaksi Sinata | 31 Dec 2025 | 00:57 WIB
Trump Tak Suka Serangan Drone Ukraina ke Rumah Putin, Rusak Rencana Damai
1767113466523

Jakarta, Sinata.id - ​Di tengah harapan dunia akan berakhirnya perang Ukraina-Rusia, sebuah ketegangan baru meledak.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengekspresikan kekecewaannya atas laporan serangan drone Ukraina yang menyasar salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod.

​Meskipun Kyiv membantah keras tuduhan tersebut, insiden ini mengancam akan membuyarkan negosiasi damai yang sedang berada di fase paling krusial.

Saling Tuding di Tengah "Hujan" Drone ​Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengklaim bahwa pada Minggu malam hingga Senin dini hari (29/12/2025), sebanyak 91 drone jarak jauh Ukraina menyerbu wilayah Rusia.

Lavrov menegaskan seluruh wahana udara tersebut berhasil dilumpuhkan, namun ia memperingatkan bahwa Rusia akan mengevaluasi ulang posisi tawarnya.

​"Mengingat kemerosotan rezim Kyiv yang kini menggunakan terorisme negara, posisi negosiasi kami akan dipertimbangkan kembali," ujar Lavrov tanpa merinci bukti fisik serangan tersebut.

​Di seberang kubu, Presiden Volodymyr Zelensky bereaksi cepat. Ia menyebut tuduhan Moskwa sebagai "rekayasa politik" yang sengaja diciptakan untuk menyabotase draf perdamaian yang diprakarsai Amerika Serikat.

Reaksi Keras dari Mar-a-Lago ​Sentimen negatif justru datang dari sekutu utama Ukraina, Donald Trump. Berbicara dari kediamannya di Florida, Trump mengaku telah mendapatkan laporan langsung mengenai serangan tersebut dari Putin melalui sambungan telepon.

​"Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik," kata Trump kepada media.

Ia menekankan bahwa provokasi semacam ini terjadi di momen yang sangat tidak tepat.

"Ini adalah periode yang rumit. Ini bukan waktu yang pas untuk melakukan hal seperti itu."

Progres 90 Persen yang Terancam Kandas ​Padahal, sebelum isu drone ini mencuat, secercah cahaya perdamaian mulai terlihat:

​Kesepakatan Hampir Final: Ukraina mengonfirmasi telah menyetujui sekitar 90% draf rencana damai usulan AS.

​Jaminan Keamanan: AS menjanjikan perlindungan keamanan selama 15 tahun bagi Ukraina pasca-perang.

​Pernyataan Trump: Trump sempat mengklaim bahwa kesepakatan sudah "sangat dekat" setelah berkomunikasi dengan Zelensky pada hari Minggu.

Batu Sandungan: Teritorial dan Zaporizhzhia ​Meski secara administratif hampir sepakat, masalah kedaulatan wilayah tetap menjadi tembok besar. Rusia, yang merasa di atas angin secara militer, tetap bersikukuh menguasai penuh Donetsk serta tiga wilayah Ukraina lainnya yang mereka klaim.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.