Pematangsiantar, Sinata.id - Kabar mengejutkan datang dari negeri jiran, Malaysia. Musang King, varietas durian yang biasanya menyandang status "mewah", kini harganya terjun bebas ke titik terendah dalam satu dekade terakhir. Bayangkan saja, raja buah ini sekarang dibanderol hanya sekitar RM 10 atau Rp 41.000 per kilogram.
Fenomena ini disebut oleh para pelaku industri sebagai "Tsunami Durian". Betapa tidak, hanya dalam kurun waktu satu bulan, nilai jual buah ikonik ini anjlok lebih dari 60 persen.
Jeritan Para Petani di Balik Harga Murah Meski menjadi kabar gembira bagi para penikmat durian, situasi ini merupakan mimpi buruk bagi para pemilik kebun.
Lin Fu Yuan, salah satu pemilik kebun, mengungkapkan bahwa pada harga RM 20 (Rp 82.000) di bulan November lalu pun keuntungan mereka sudah sangat tipis. Penurunan ke angka RM 10 benar-benar memukul telak operasional mereka.
Dampak terparah dirasakan oleh petani di wilayah Raub yang menyewa lahan atau mereka yang telah menggelontorkan modal besar untuk budidaya intensif.
Lesunya permintaan menjadi biang keladi utama. Berkurangnya pesanan ekspor dari China serta momen libur sekolah disinyalir membuat stok durian melimpah tanpa penyerap yang sepadan.
"Ini adalah harga terendah sepanjang sejarah. Kami tidak menyangka kejatuhannya bisa sedalam ini di awal Desember," kata Lin Fu Yuan, mengutip media Malaysia, The Star.
Kondisi ini menjadi pengingat keras bagi industri agrikultur bahwa komoditas premium sekalipun tidak kebal terhadap fluktuasi pasar global dan perubahan pola konsumsi. []
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.