MENU
Tuhan Mencari Hati yang Panas dan Sungguh-Sungguh
WA FB
Religi

Tuhan Mencari Hati yang Panas dan Sungguh-Sungguh

F Editor : Ferry SP Sinamo | 04 Nov 2025 | 06:08 WIB
Tuhan Mencari Hati yang Panas dan Sungguh-Sungguh
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis Ev.Daniel Pardede,SH.MH

Sarapan Pagi Kristen

Wahyu 3:14–22 “Barang siapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” (ayat 21)

Renungan pagi ini adalah sajian terakhir dari tujuh pesan Yesus Kristus kepada tujuh jemaat yang disampaikan melalui rasul Yohanes: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan terakhir kepada jemaat di Laodikia.

Dari pesan kepada jemaat di Laodikia ini, kita belajar hal penting tentang iman yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

1. Jangan jadi suam-suam kuku

Yesus menegaskan bahwa orang yang tidak dingin dan tidak panas akan dimuntahkan-Nya. Ia ingin agar kita hidup dengan iman yang benar-benar menyala, bukan setengah hati.

Baik sebagai jemaat biasa maupun pelayan Tuhan, lakukanlah pelayanan dengan semangat dan sukacita — bukan karena terpaksa, bukan demi keuntungan, melainkan dengan pengabdian diri yang tulus.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah dengan sukarela sesuai kehendak Allah.” (1 Petrus 5:2)

Hidup yang berpadanan dengan Injil Kristus (Efesus 4:1–32; Filipi 1:27–30) akan membuat kita berkenan di hadapan Tuhan dan tidak dimuntahkan oleh-Nya.

2. Belilah emas yang dimurnikan dalam api

Yesus menasihati, “Belilah dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api supaya kamu menjadi kaya.” (Wahyu 3:18)

Emas murni melambangkan Firman Tuhan yang berharga. Untuk mendapatkannya, dibutuhkan kerinduan yang tulus dan kesungguhan tanpa pamrih. Iman yang sejati tidak dibangun karena iming-iming duniawi, melainkan melalui kesetiaan dalam proses dan penderitaan.

Yakub menjadi teladan bagi kita. Ia bergumul semalaman dengan Tuhan di Pniel hingga lututnya terpelecok, tetapi ia tidak menyerah sebelum menerima berkat. Dari pergumulan itulah Yakub diberkati dan namanya diganti menjadi Israel. Itulah yang disebut “membeli dengan harga mahal” — berkat yang membuatnya benar-benar kaya di dalam Tuhan.

3. Tuhan menghajar karena kasih

Yesus berkata, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” (Wahyu 3:19)

Amsal 3:11–12 mengingatkan kita, “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan dan janganlah engkau bosan akan peringatannya. Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayanginya.”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.