Maka hari ini, marilah kita bertepuk tangan dan menari bagi Tuhan, bukan karena takut akan hukuman, tetapi karena bersyukur atas kasih setia-Nya yang tidak pernah berubah.
> “Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya... Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!” (Mazmur 150:1–6)
Saudara yang terkasih, tepuk tangan Tuhan bisa menjadi tanda murka atau tanda kasih. Pilihan ada pada kita: apakah hidup kita membuat Tuhan bertepuk tangan karena penghukuman, atau karena kemenangan? Mari kita hidup dalam pertobatan, ketaatan, dan kasih, agar pada hari kedatangan-Nya, kita disambut dalam Kerajaan Surga dengan tepukan tangan sukacita dan nyanyian kemenangan.
Shalom dan tetaplah bertepuk tangan bagi Tuhan, Sang Raja Kemuliaan!(A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.